Wamendag Dorong Game Online Lokal Masuk Cabang e-Sport PON

Ferdi Rantung ยท Rabu, 28 April 2021 - 16:38:00 WIB
 Wamendag Dorong Game Online Lokal Masuk Cabang e-Sport PON
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Humas Kemendag)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, mendorongr game online buatan anak negeri dimasukkan dalam cabang olahraga e-Sport Pekan Olah Raga Nasional (PON). 

Menurut Jerry, jika bisa masuk dalam cabang e-sport PON, game Indonesia bisa makin dikenal dan makin banyak digunakan oleh gamer, bukan hanya di lingkup lokal tetapi juga regional dan internasional. 

“Potensinya sangat besar. Contohnya Korea yang berhasil mengoptimalkan potensi game online sehingga bisa meraup keuntungan milyaran dollar, jauh lebih besar dari industri K-POP,” kata Jerry, di Jakarta, Rabu (28/4/2021)

Menurut Wamendag, pemerintah dan lembaga terkait harus meningkatkan fasilitasi terhadap game online asli Indonesia. Ini selaras dengan kampanye pemerintah untuk bangga buatan Indonesia. 

"Bangga Buatan Indonesia bukan hanya dilakukan dengan slogan untuk mencintai produk Indonesia, tetapi juga harus membeli, memakai dan mengoptimalkan potensi komersialnya," ujar Jerry. 

Dalam kaitannya dengan game online, lanjutnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan sangat mendukung dalam hal pembinaan pemasaran dan promosi serta hal-hal teknis dalam bisnisnya. Sedangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diharapkan bisa mengakomodasi game lokal untuk bisa diselenggarakan dalam event-event e-sport, termasuk dalam PON.

“Upaya massif antar kementerian dan lembaga dengan sendirinya akan memacu gairah industri game online Indonesia agar go-global. Kalau Pemerintah dan semua pihak mendukung kan anak-anak muda kreator game online akan makin semangat. Karena itu kita berharap ini bisa difasilitasi juga oleh KONI,” papar Jerry.

Menanggapi harapan Wamendag tersebut, Sekjen KONI, Ade Lukman, mengatakan bahwa dalam PON XI salah satu game online Indonesia yaitu Lokapala akan menjadi salah satu cabang eksebisi. Sebelumnya di Asian Games 2018 beberapa game online seperti Mobile Legend juga pernah dilombakan.

"Ini untuk mengakomodasi perkembangan trend olahraga online yang kian besar di kalangan anak muda," ujar Ade.

Pengguna game online memang sangat besar. Berdasarkan catatan Newzoo Global Games Market Report pengguna game online secara global mencapai 3 milyar orang pada tahun 2023. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat sebanyak 16,5% masyarakat Indonesia memainkan game online.

"Jika pengguna internet Indonesia mencapai 170 juta, maka jumlah itu setara dengan 28,5 juta orang. Jumlah itu sangat potensial sebagai sebuah bisnis," kata Ade

Pelaku industri game berharap pemerintah dan semua stake holder membantu peningkatan industri ini. Potensi Indonesia sebagai produsen sangat besar karena didukung oleh generasi muda yang kreatif dan menguasai teknologi digital serta kekayaan budaya yang sangat besar.

Editor : Jeanny Aipassa