Yuk Kenalan dengan Alyssa Henry, Mantan Programmer Amazon yang Disebut Layak Gantikan Kepemimpinan Jack Dorsey di Square
NEW YORK, iNews.id - Nama Alyssa Henry menjadi sorotan saat Majalan Forbes memasukannya dalam daftar America’s Richest Self-Made Women 2021 atau Wanita Terkaya Amerika Serikat yang Sukses Atas Usahanya Sendiri Tahun 2021.
Dengan jumlah kekayaan yang diperkirakan mencapai 555 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp7,990 triliun, Alyssa Henry menjadi satu diantara 13 pendatang baru di jajaran America's Richest Self-Made Woman 2021.
Dia menempati posisi ke-57 dari 100 Wanita Terkaya Amerika Serikat yang Sukses Atas Usahanya Sendiri, setingkat lebih tinggi dari Madonna, artis sekaligus penyanyi legendaris AS.
Dalam laporan yang dikeluarkan Forbes baru-baru ini, Alyssa Henry disebut layak diperhitungkan sebagai wanita kaya yang sukses atas usahanya sendiri karena berada dibalik kesuksesan Square Inc, perusahaan pembayaran digital terfavorit di AS.
Square kini menjadi pilihan para pemilik toko ritel, restoran, bahkan kios pertanian sebagai aplikasi pembayaran digital utama untuk memproses berbagai transaski, bahkan membantu pembukuan.
Uniknya, semua terobosan Square yang kini merambah sampai ke usaha mikro tersebut, merupakan terobosan yang dilakukan Alyssa Henry. Dia bahkan tak ragu mengakui telah menggunakan pengalamannya saat menjadi programer hingga menduduki posisi eksekutif di Amazon untuk mengembangkan Square.
Berikut perjalanan karir Alyssa Henry, yang kini telah menjadi orang nomor dua sekaligus pemegang saham di Square:
- Alyssa Henry memulai karirnya sebagai programmer untuk perusahaan asuransi sebelum dipekerjakan oleh Microsoft selama satu dekade.
- Pada 2007, Alyssa Henry bergabung ke Amazon dengan posisi sebagai programmer senior. Dialah yang membantu pengembangan perangkat lunak ritel Amazon dan menyelesaikan pergeseran dari arsitektur "monolitik", di mana rangkaian perangkat lunak lengkap dibangun sebagai aplikasi yang mencakup semua, ke arsitektur "layanan mikro".
Dengan memecah satu aplikasi menjadi beberapa aplikasi yang lebih kecil dan saling berhubungan, kemudian memisahkan kode untuk bisnis penjualan dan pembukuan, Alyssa Henry membuat Amazon dapat membangun fitur baru dan menskalakan produk dengan lebih efisien.
- Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2010, Alyssa Henry dipercaya menjadi wakil presiden untuk penyedia cloud Amazon Web Services yang diluncurkan Amazon pada 2006.
- Pada Mei 2014, Alyssa Henry keluar dari Amazon dan bergabung dengan Square yang merupakan perusahaan rintisan (startup). Alyssa Henry memimpin tim infrastruktur perusahaan yang memberikan layanan pembayaran digital tersebut. Di sini, Alyssa mengubah perangkat lunak dan layanan keuangan Square dengan menggeser arsitektur "monolitik" ke "layanan mikro" seperti yang dilakukannya di Amazon.
“Apa yang telah saya kerjakan selama tujuh tahun terakhir benar-benar mengubah bisnis ini menjadi rangkaian lengkap perangkat lunak dan layanan keuangan,” kata Alyssa Henry.
- Pada November 2014, atau enam bulan setelah bergabung di Amazon, Alyssa Henry dipercaya menjadi kepala tim penjualan Square. Di posisi ini, Alyssa Henry juga menerapkan kerangka kerja yang dia pelajari di Amazon, dimana dia menghabiskan waktunya dengan bisnis ritel dan cloud. Dia kemudian mendapatkan saham Square sebagai kompensasi dan sekarang memiliki 0,3 persen saham di perusahaan tersebut.
Dengan memindahkan sistem ke arsitektur "layanan mikro", Square menciptakan platform perdagangan "omnichannel". Perangkat lunak Square sekarang menghubungkan sekitar 30 komponen berbeda dari bisnis klien, termasuk manajemen pesanan, langganan, dan program loyalitas.
Jika pelanggan membeli item secara online, lalu mengembalikannya di toko batu bata dan mortir, inventaris secara otomatis disinkronkan melalui Square. Alyssa Henry mengatakan rangkaian perangkat lunak terintegrasi telah membantu Square menambah banyak pelanggan, terutama bisnis kecil, yang sering mengandalkan solusi terfragmentasi.
Kini, jutaan bisnis atau penjual di AS menggunakan Square untuk memproses transaksi mereka, sehingga menghasilkan 1,5 miliar dolar AS dari total laba kotor perusahaan sebesar 2,7 miliar dolar AS pada 2020. Hal ini, membuat kapitalisasi pasar Square menggelembung dari 2,9 miliar dolar AS saat IPO pada 2015, menjadi 110 miliar dolar AS hari ini.
Alyssa Henry yang berusia 51 tahun, mengakui bahwa setiap tahun masa jabatannya telah membawa tantangan baru. Ke depan, Alyssa Henry memperkirakan integrasi yang lebih dalam antara bisnis yang dipimpinnya dan aplikasi kas layanan mobile banking Square.
Analis setuju bahwa rangkaian perangkat lunak yang mendalam telah memberi Square keunggulan kompetitif di ruang pedagang dibandingkan dengan penyedia pemrosesan pembayaran lainnya seperti Fiserv's Clover.
"Rencana Square untuk membangun ekosistem yang menghubungkan bisnis dan konsumen menempatkannya pada posisi yang sebanding dengan JPMorgan 150 tahun yang lalu," kata analis Mizuho Research, Dan Dolev.
Kepiawaian Alyssa Henry juga membuat analis menilai dia adalah sosok eksekutif yang tepat menggantikan Jack Dorsey, jika nantinya melepas kepemimpinan di Square untuk berkonsentrasi menjadi CEO Twitter.
Editor: Jeanny Aipassa