Menangkan Sengketa Wilayah Migas, Ghana Bakal Kebut Produksi Minyak

Ranto Rajagukguk ยท Minggu, 12 November 2017 - 12:05:00 WIB
Menangkan Sengketa Wilayah Migas, Ghana Bakal Kebut Produksi Minyak
Ilustrasi (Foto: Reuters)

ACCRA, iNews.id - Upaya Ghana untuk meningkatkan eksplorasi dan ekstraksi minyak di laut dalam akan dikebut dengan dana miliaran dolar Amerika Serikat (AS) setelah kemenangan kunci terkait sengketa wilayah laut dengan Pantai Gading.

Berkat kerja keras pemerintah dan pengacara di Pengadilan Internasional tentang Hukum Laut (International Tribunal on the Law of the Sea/ITLOS), Ghana memperoleh dukungan atas wilayah yang diperselisihkan Pantai Gading.

Ghana telah memproduksi minyak secara komersial sejak 2010, yang menyebabkan ledakan pertumbuhan yang mengubahnya menjadi negara ekonomi baru, dan menggoncangkan minat investor global.

Namun, eksplorasi dan produksi sempat dihentikan pada tahun 2014 saat Pantai Gading mengatakan pengeboran di lepas pantai barat Ghana telah merangsek ke wilayahnya. Pada bulan Oktober, Presiden Ghana Nana Akufo-Addo mengatakan bahwa keputusan pengadilan tersebut membuka jalan untuk peningkatan perekonomian.

"Kemungkinan pembangunan, kemajuan dan kemakmuran," katanya mengutip AFP, Minggu (12/11/2017).

Pendapatan hasil minyak diharapkan akan disiapkan untuk bujet pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit.  

Operator Tullow Oil mengatakan bahwa produksi dari lapangan migas Twenboa, Enyenra dan Ntomme (TEN) saat ini sekitar 50.000 barel per hari (bph) dan akan dipertahankan sampai akhir tahun. Pengeboran eksplorasi akan dilanjutkan, yang pada akhirnya meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 80.000 bph.

10 lapangan migas di sana diperkirakan memiliki cadangan mencapai 306 juta barel minyak.  Sementara Tano Basin, wilayah laut yang menjadi perselisihan dengan Pantai Gading memiliki cadangan minyak 3-4 miliar barel.

Dengan harga saat ini sekitar 55 dolar AS per barel, lapangan TEN berpotensi menghasilkan pendapatan 16,7 miliar dolar AS dan Cekungan Tano 165 miliar dolar AS. "Itu nilai yang benar-benar dipertaruhkan dalam keputusan ini," kata Theo Acheampong, dari analis IHS Markit.

Dia juga menambahkan, dengan wilayah yang kayak akan minyak, potensi penemuan cadangan migas baru sangatlah besar.

Pertumbuhan Ekonomi

Dibandingkan dengan negara penghasil minyak lainnya di Afrika seperti Nigeria dan Angola, yang hasilnya di atas 1,5 juta bph, produksi Ghana masih terbilang rendah. Acheampong mengatakan, meski akan mendulang miliaran dolar AS usai memenangkan perselisihan wilayah minyak, perekonomian negara tersebut tampaknya tak langsung melaju cepat.

Perekonomian Ghana di tahun 2011 melonjak dengan tingkat pertumbuhan mencapai 14%. Namun, kemudian melambat, inflasi melonjak dan utang sektor publik meningkat tajam.

Pemerintah mengambil pinjaman Dana Moneter Internasional sebesar 918 juta dolar AS pada tahun 2015 guna melakukan reformasi kebijakan, mulai dari disiplin fiskal yang ketat, mempertahankan inflasi di tingkat rendah, hingga menguatkan sektor keuangan publik.

African Development Bank memperkirakan pemulihan tetap berlanjut tahun ini dan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 7,1%-8,0%.

Sejak minyak mulai diproduksi di 2010, pendapatan sebesar 3,5 miliar dolar AS dari komoditas itu telah digunakan untuk mendanai proyek pembangunan, jalan baru dan rumah sakit.

Sementara itu, Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara mengunjungi Accra di Ghana pada bulan Oktober di mana ditafsirkan sebagai tanda bagi investor bahwa ikatan kuat di antara kedua negara tetap terjaga.

Benjamin Boakye, Direktur Eksekutif untuk Pusat Kebijakan Energi Afrika mengatakan, meski diisukan hubungan Ghana-Pantai Gading memburuk, kasus pengadilan tersebut tampaknya telah memperkuat hubungan kedua negra.

"Mengingat jumlah penemuan di kedua sisi perbatasan, bisa jadi mungkin di beberapa titik negara-negara harus membuat satu penemuan atau yang lain. Jadi ada kebutuhan akan kerja sama semacam itu untuk eksis," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda