OPEC Lanjutkan Pangkas Produksi, Pasokan Minyak Defisit di 2018

Ranto Rajagukguk ยท Selasa, 14 November 2017 - 14:19:00 WIB
OPEC Lanjutkan Pangkas Produksi, Pasokan Minyak Defisit di 2018
Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) menaikkan perkiraan permintaan kebutuhan minyak di 2018. Sementara, kesepakatan bersama produsen non-OPEC untuk memangkas produksi tetap berjalan sehingga pasokan di pasar global berpotensi defisit di tahun depan.

Saat ini, penggunaan minyak tumbuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya karena ekonomi dunia yang lebih kuat dari perkiraan.

"Dinamika pertumbuhan ekonomi global terus berlanjut dan momentumnya relatif kuat. Momentum yang sedang berlangsung masih bisa memberikan sedikit potensi upside," demikian laporan OPEC seperti mengutip CNBC, Selasa (14/11/2017).

OPEC mengatakan, dunia membutuhkan 33,42 juta barel per hari (bph) minyak mentahnya tahun depan, naik 360.000 bph dari perkiraan sebelumnya. Ini sekaligus menandakan kenaikan yang signifikan dari target pertama yang dibuat pada bulan Juli.

Laporan itu bukan yang menjadi terakhir bagi OPEC, karena nantinya mereka akan melakukan pertemuan lanjutan pada 30 November 2017. Banyak yang berharap kesepakatan pemangkasan produksi tak lagi dilanjutkan.

Proyeksi yang menunjukkan defisit pasokan minyak di 2018 akan memicu perdebatan oleh seluruh anggota OPEC. Tapi faktanya, harga minyak saat ini mendekati level tertinggi sejak 2015, kembali terkerek naik ke level 64 dolar AS per barel setelah laporan tersebut diterbitkan.

OPEC mengatakan bahwa produksi minyaknya pada bulan Oktober, sebagaimana dinilai oleh sumber sekunder, berada di bawah perkiraan permintaan 2018 pada 32,59 juta barel per hari, turun sekitar 150.000 barel per hari dari bulan September.

Angka itu menandakan komitmen terhadap pemangkaan produksi minyak memang tengah berjalan. Target pemangkasan pun terkerek naik melebih target atau di atas 100% dari 98% untuk September.

"Tingkat kesesuaian yang tinggi untuk berpartisipasi dalam OPEC dan negara-negara produsen non-OPEC telah jelas memainkan peran kunci dalam mendukung stabilitas di pasar minyak dan menempatkannya pada jalur yang lebih berkelanjutan," kata laporan tersebut.

Pasokan minyak yang berlebih berangsur-angsur mulai berkurang. Berdasarkan catatan OPEC, pasokan minyak turun hingga 23,6 juta barel pada September menjadi 2,98 miliar. "Kelebihan pasokan kini telah turun drastis," kata OPEC, yang bertujuan untuk mengurangi stok ke rata-rata lima tahun melalui kesepakatan pengetatan pasokan.

Dorongan Permintaan

Permintaan yang lebih tinggi menunjukkan upaya OPEC ditambah Rusia dan sembilan produsen non-OPEC lainnya mengurangi produksinya sekitar 1,8 juta bph sampai Maret 2018 mencatatkan keberhasilan. OPEC sekarang memperkirakan permintaan minyak akan meningkat sebesar 1,51 juta barel per hari tahun depan, naik 130.000 barel per hari dari sebelumnya menjadi 98,45 juta barel per hari. Pertumbuhan ekonomi dunia terlihat meningkat menjadi 3,7%, naik dari 3,5% pada perkiraan sebelumnya.

OPEC dan sekutunya membahas perpanjangan pakta pemangkasan pasokan mereka selama sembilan bulan, kata beberapa pejabat menjelang pertemuan 30 November di Wina.

Dengan melakukan hal itu, maka berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan yang cukup besar tahun depan. Jika OPEC terus melakukan pemangkasan produksi hingga Oktober dan bulan berikutnya, maka pasokan di pasar mengalami defisit ke angka 830.000 bph tahun depan.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda