4 Taipan China, Jack Ma hingga Pony Ma Kehilangan Kekayaan Rp1.054 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 07 Desember 2021 - 16:06:00 WIB
4 Taipan China, Jack Ma hingga Pony Ma Kehilangan Kekayaan Rp1.054 Triliun
4 taipan China, Jack Ma hingga Pony Ma kehilangan kekayaan Rp1.054 triliun.

BEIJING, iNews.id - Total kekayaan empat taipan teknologi paling terkenal di China berkurang banyak. Jack Ma, Colin Huang, Wang Xing, dan Pony Ma kehilangan lebih dari 73 miliar dolar AS atau Rp1.054 triliun dari kekayaan bersih gabungan mereka sejak April 2021.  

Para taipan menghadapi tekanan yang besar dari regulator China. Para analis mengatakan, perusahaan-perusahaan raksasa e-commerce Alibaba hingga platform pengiriman makanan Meituan sedang berjuang melawan perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang berkepanjangan, dan prospek bisnis perusahaan yang kemungkinan akan tetap suram hingga awal tahun depan.

"Mereka (investor) sekarang kembali melihat fundamental, tetapi prospek jangka pendek tidak begitu menarik," kata Head of China Internet and New Media Research di Nomura Securities yang berbasis di Hong Kong, Shi Jialong, dikutip dari Forbes, Selasa (7/12/2021).

Shi mengacu pada pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis pada kuartal III tahun ini. Ekonomi China diperkirakan akan turun ke 5,5 persen pada tahun depan di tengah wabah sporadis Covid-19 dan sektor properti yang melambat. Sementara itu, China kini memiliki lebih dari 1 miliar pengguna internet, artinya sebagian besar penduduknya sudah online dan pengguna baru lebih sulit didapat.

Dalam lingkungan yang menantang ini, Alibaba, yang didirikan oleh Jack Ma, memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk tahun fiskal 2022 dari proyeksi 29,5 persen pada Mei menjadi 20-23 persen, menyebabkan sahamnya yang terdaftar di Bursa New York anjlok 11 persen hari itu. 

Sementara pendiri Meituan, Wang menurunkan prospek bisnis pengiriman makanan intinya dan melaporkan kerugian yang semakin besar setelah kena denda anti-trust sebesar 532 juta dolar AS pada Oktober. 

Sementara Tencent, yang didirikan orang terkaya ketiga di China, Pony Ma, baru-baru ini melaporkan pertumbuhan pendapatan paling lambat sejak perusahaan itu go public di Hong Kong pada 2004. Perusahaan memperingatkan tentang sektor periklanan yang lemah hingga tahun depan karena tindakan keras Beijing terhadap perusahaan pendidikan dan real estat.

Kehilangan kekayaan terbesar dialami Colin Huang dari Pinduoduo. Taipan berusia 41 tahun itu kehilangan hampir 35 miliar dolar AS dalam delapan bulan sejak April karena saham platform e-commerce yang terdaftar di Nasdaq berkurang lebih dari setengahnya. 

Sementara itu, raksasa ride-sharing Didi Global baru saja mengumumkan akan delisting dari Bursa New York. Hal tersebut ternyata atas perintah departemen pemerintah Cyberspace Administration of China. Jika mereka memilih untuk tetap listing di bursa AS, mungkin ada perubahan pada struktur kepemilikan lama yang dikenal sebagai entitas kepentingan variabel (VIE), menciptakan risiko tambahan bagi pemegang saham.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: