6 Tips Kumpulkan Dana Pensiun dengan Mudah

Michelle Natalia ยท Sabtu, 28 November 2020 - 17:34:00 WIB
6 Tips Kumpulkan Dana Pensiun dengan Mudah
Uang. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Idealnya, seseorang di usia 40-an tahun sudah aktif mengumpulkan dana pensiun. Namun, apa yang terjadi jika di usia tersebut dia sama sekali belum mulai mengumpulkannya? Apakah masa tuanya suram?

Biaya hidup di masa tua tentu tidak murah. Hal itu disebabkan karena adanya inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa. Tanpa ketersediaan dana pensiun yang cukup, maka besar kemungkinan seseorang akan terus bekerja di masa tua atau hingga akhir hayatnya.

Di masa pensiun, seseorang sejatinya wajib memiliki dana pensiun yang bisa mencukupi kebutuhannya hingga tiba ajal menjemput. Dana pensiun bisa saja cukup hingga tutup usia atau tersisa hingga akhirnya diwariskan kepada keluarga yang dicintai.

Sejatinya banyak alasan mengapa seseorang tidak memiliki dana pensiun yang cukup di masa tua. Penyebabnya beragam, bisa akibat pengeluaran di masa muda terlalu besar karena faktor gaya hidup, atau bisa juga karena seseorang memiliki kewajiban untuk menghidupi orangtua, saudara kandung, dan anak Anda. Bisa pula, karena ketidakpahaman soal pentingnya dana pensiun.  

Berikut tips dari Lifepal.co.id bagi Anda yang saat ini berusia 40 tahun, belum mengumpulkan dana pensiun, dan memiliki penghasilan pas-pasan:

1. Berinvestasilah dengan metode cost averaging untuk dana pensiun.

Untuk bisa mengumpulkan dana sebesar Rp1,29 miliar selama 18 tahun, berinvestasi dengan cara lump sum (sekali bayar) tentu cukup berisiko. Anda bisa saja kekurangan aset likuid dalam jumlah besar, yang bisa berdampak serius dalam kesehatan finansial.

Lakukanlah investasi berkala (cost averaging) setiap bulan untuk mengumpulkan dana pensiun Anda.

Dengan menyisihkan dana sebesar Rp1,95 juta per bulan ke instrumen investasi yang bisa menghasilkan imbal hasil 10 persen per tahun, maka Anda membutuhkan waktu 225 bulan untuk bisa mendapatkan uang Rp1,29 miliar.

2. Kurangi instrumen investasi tinggi volatilitas

Semakin tinggi imbal hasil investasi tentu makin cepat pula dana pensiun Anda terkumpul. Namun ingat, makin tinggi imbal hasil maka makin tinggi pula risiko investasinya.

Seiring dengan makin tua usia kita, produktivitas bekerja pun akan semakin menurun. Instrumen investasi tinggi risiko seyogyanya sudah mulai dikurangi di usia kepala empat.

3. Jangan tarik dana di JHT BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan sejatinya bisa diklaim ketika kita sudah tidak lagi bekerja karena pemutusan hubungan kerja (PHK), atau pengunduran diri.

Besaran dana JHT tentu cukup menggiurkan untuk ditarik, apalagi bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 10 tahun. Namun patut diketahui bahwa, mencairkan dana tersebut di saat ini bukanlah keputusan yang tepat.

Jadikanlah dana JHT BPJS sebagai tambahan dana pensiun di hari tua nanti.

4. Berinvestasilah setelah utang Anda terkendali dan memiliki dana darurat

Pengeluaran wajib seperti utang jelas harus dibayar. Apa jadinya jika cicilan utang Anda saat ini cukup besar?

Apakah boleh bagi kita untuk tidak melunasi utang dan lanjut berinvestasi mengumpulkan dana pensiun? Tentu saja tidak.

Ketika utang tidak dibayar, maka akan muncul biaya denda atau penalti yang dikeluarkan pihak pemberi kredit. Alhasil pengeluaran per bulan kita pun bengkak.

Selain utang, pastikan Anda memiliki dana darurat yang bisa mencukupi kebutuhan Anda selama minimal enam bulan, di saat Anda kehilangan pendapatan.

5. Berinvestasilah setelah memiliki proteksi

Sebagai pencari nafkah, apakah Anda sudah terlindungi secara finansial dari segala risiko hilangnya pendapatan? Jika belum, maka milikilah asuransi jiwa terlebih dulu sebelum akhirnya Anda mengumpulkan dana pensiun.

Membiarkan diri sendiri tak terlindungi tentu akan sangat merugikan anggota keluarga ke depannya. Bayangkan saja, segala tujuan finansial keluarga yang sudah Anda atur untuk jangka pendek hingga panjang akan kandas karena hilangnya pendapatan rutin.

Milikilah asuransi dengan uang pertanggungan yang bisa mencukupi kebutuhan Anda ke depan. 

Itulah hal-hal yang harus dilakukan bagi mereka yang saat ini berusia kepala empat dan sama sekali belum mengumpulkan dana pensiun. Pada intinya, pastikan hal-hal yang menjadi prioritas sudah terpenuhi terlebih dulu sebelum Anda berinvestasi.  

6. Hitung besaran dana pensiun

Dalam contoh kasus di atas, jika pengeluaran tahunan Anda setelah dikurangi 30 persen adalah Rp33,6 juta. Maka dengan asumsi inflasi 5 persen per tahun, pengeluaran tahunan Anda di 18 tahun ke depan mencapai Rp80.862.406

Editor : Ranto Rajagukguk