Ada Virus Korona, Ini Investasi yang Aman bagi Pemula

Djairan ยท Minggu, 15 Maret 2020 - 17:51 WIB
Ada Virus Korona, Ini Investasi yang Aman bagi Pemula

Ada investasi yang tak terpengaruh virus korona. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Penyeberan virus korona telah memberi pengaruh besar terhadap perekonomian berbagai negara. Dampak tersebut telah menumbangkan pasar keuangan, khususnya pasar modal.

Untuk itu, penting bagi investor pemula yang ingin memulai investasi, memahami berbagai instrumen investasi yang ada. Di tengah situasi seperti ini, banyak kalangan berpendapat untuk masuk ke pasar saham.

Namun, jika belum memahami seluk beluk pasar modal, maka hindari investasi yang penuh risiko tersebut. Investor pemula bisa memanfaatkan investasi yang minim risiko, tapi tetap menguntungkan.

Apa saja instrumen investasi itu? Berikut selengkapnya:

1. Logam Mulia

Siapa yang tak kenal instrumen investasi yang satu ini? Logam mulia atau emas batangan menjadi salah satu jenis investasi yang sangat minim risiko. Meski keuntungan yang didapat tak sebesar di pasar saham, namun harga emas tak pernah turun tajam, dan trennya selalu naik.

Beberapa investor lama pun punya kecenderungan berinvestasi emas. Ketika pasar saham jatuh, investor beralih ke aset tak berisiko, seperti emas. Selan minim risiko, untuk memilikinya, caranya pun cukup mudah. 

Investor cukup menyediakan uang sesuai keinginan, yang akan dikonversikan ke emas dalam bentuk gram. Semakin banyak uang yang disediakan, maka gram emas yang diperoleh pun semakin besar. Saat ini, juga tersedia tabungan emas, yang ada di beberapa platform e-commerce.

2. Surat Utang Pemerintah (Saving Bond Ritel/SBR).

Pemerintah menerbitkan surat utang negara (SUN) atau surat berharga negara (SBN) yang ditawarkan untuk perseorangan Warga Negara Indonesia (WNI). Penerbitan surat utang tersebut salah satunya untuk membiayai berbagai program pembangunan pemerintah.

Dengan begitu, investasi ini dijamin langsung oleh negara. Investor pemula bisa memanfaatkan instrumen investasi dengan modal yang ringan, yaitu mulai Rp1 juta. Dari dana yang disetorkan, investor akan mendapatkan imbalan berupa kupon (bunga).

Imbalan tersebut besarannya ditentukan pemerintah. Investasi ini sama seperti tabungan yang tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder alias bisa dibeli saat ada penawaran dan kemudian disimpan hingga waktu jatuh tempo yang ditentukan pemerintah.

Dari investasi SBR ini, investor hanya mendapatkan keuntungan atau bunga dari modal yang disetorkan. Meski begitu, investor sudah berkontribusi dalam membangun negara.

3. Properti Rumah Sederhana

Investasi di sektor properti bagi banyak orang merupakan perkara sulit. Pasalnya, harga properti setiap tahun terus naik, dan terkadang tidak berbanding lurus dengan penghasilan yang cenderung stabil.

Namun, membeli rumah sederhana cukup memungkinkan bagi investor pemula. Pasalnya, membeli rumah saat ini cukup mudah dengan adanya subsidi dari pemerintah sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau.

Namun, harus diakui keterjangkauan itu masih tetap mahal jika dibeli secara langsung. Untuk itu, skema yang disiapkan investor pemula, yaitu mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bank untuk membeli rumah tersebut.

Tapi skenario KPR rumah ini bukan untuk dihuni, melainkan investasi jangka pendek. Pasalnya, rumah merupakan aset yang berharga tinggi. Dengan begitu, rumah KPR itu bisa diinvestasikan untuk dikontrakkan sesuai kesepakatan bulan atau tahun, dan investor bisa memperoleh uang dari hal tersebut.

Editor : Ranto Rajagukguk