Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Klasifikasi Investor Saham Berubah Jadi 27 Kategori, Berikut Daftarnya
Advertisement . Scroll to see content

Asbanda Sebut BPD Akan Punya Peluang Besar Masuk Pasar Modal

Jumat, 26 Oktober 2018 - 13:07:00 WIB
Asbanda Sebut BPD Akan Punya Peluang Besar Masuk Pasar Modal
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) melihat peluang yang besar bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk melantai di pasar modal. Pasalnya, hal ini tidak hanya untuk pengembangan BPD tapi juga untuk memperdalam keuangan negara.

Ketua Umum Asbanda Kresno Sediarsi mengatakan, jika saham BPD dimiliki oleh seluruh masyarakat di tiap daerah masing-masing, maka dapat memperkuat sistem keuangan Indonesia. Pasalnya, total aset seluruh BPD sebesar Rp670 triliun.

"BPD ini sebetulnya kalau jadi satu bukan suatu lembaga keuangan yang kecil karena aset Rp670 triliun kalau ditotal. Jadi kalau dibandingkan itu ya kita ini lima besar bank di Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Menurut dia,masuknya BPD ke pasar modal ini dapat melalui program transformasi penguatan kelembagaan dan struktural tata kelola perusahaan yang baik. Ia berharap bank daerah bisa mendapatkan alternatif permodalan lebih baik.

"Dengan kita memperkuat permodalan melalui alternatif yang tersedia di pasar modal ini tentu kita akan memiliki pilihan-pilihan yang lebih baik. Ini kesempatan langkah pertama," ucapnya.

Langkah berikutnya, perlunya pemahaman kepada stakeholder BPD mengenai alternatif permodalan melalui pasar modal. Misalnya dengan mengadakan workshop untuk para stakeholder.

"Stakeholder kita itu ada dua pihak yang sama-sama kuat yaitu Pemprov, Pemkab, Pemkot, dan anggota dewannya.Ini 2 hal yang memang harus sama-sama memahami adanya hal seperti ini," kata dia.

Sementara itu, Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, kurangnya pengetahuan mengenai pasar modal menjadi hambatan BPD untuk menjadi perusahaan tercatat. Padahal selama ini BPD terbatas pada sumber suntikan modal sedangkan pembiayaan yang harus dilakukan terus meningkat.

"Ini upaya bursa dan SRO (Self Regulatory Organization) agar mengetahui pasar modal untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. BPD punya peran penting merupakan motor perkembangan pembagunan, dunia usaha," tuturnya pada kesempatan yang sama.

Hingga kini dari 27 BPD di seluruh Indonesia, baru tiga di antaranya menjadi emiten di BEI. Kemudian baru 11 BPD yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan di mana satu di antaranya menawarkan saham dan obligasi, dua menawarkan saham dan delapan menerbitkan obligasi.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut