Bantu UMKM Terdampak Covid-19, Fintech Ini Salurkan Pinjaman hingga Rp15,4 Triliun

Dani M Dahwilani ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 20:04 WIB
Bantu UMKM Terdampak Covid-19, Fintech Ini Salurkan Pinjaman hingga Rp15,4 Triliun

Keberadaan financial technology (fintech), pembiayaan berbasis teknologi terus berkembang dengan penyaluran pinjaman usaha untuk UMKM. (Foto: Sindo))

JAKARTA, iNews.id - Keberadaan financial technology (fintech), lembaga pembiayaan berbasis teknologi terus berkembang. Salah satunya Modalku. Mereka menyalurkan pinjaman usaha hingga Rp15,4 triliun pada semester pertama 2020 kepada UMKM di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Jumlah penyaluran pinjaman ini cukup stabil jika dibandingkan dengan jumlah penyaluran di semester pertama tahun lalu. Modalku juga telah menyalurkan pinjaman kepada lebih dari 2,4 juta transaksi pinjaman dan mengalami pertumbuhan lebih dari 60 persen sejak awal 2020.

Co-Founder and CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, 2020 merupakan tahun penuh tantangan terutama pada kuartal kedua. Di mana pelaku usaha merasakan dampak dari pandemi virus Covid-19, termasuk UMKM.

"Sampai saat ini, fokus utama Modalku adalah mendukung UMKM yang bisnisnya terkena dampak pandemi. Jumlah penyaluran pada semester pertama sebesar Rp4,1 triliun dan transaksi pinjaman yang terus meningkat menunjukkan komitmen kami untuk tetap berkontribusi terhadap perkembangan UMKM,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (15/7/2020).

Industri UMKM yang menjadi peminjam di Modalku didominasi sektor perdagangan, baik itu besar maupun eceran. Adanya pandemi ini, langkah restrukturisasi juga dilakukan sebagai bentuk solusi bagi peminjam di Modalku yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban.

Sekitar 2 persen peminjam aktif Modalku telah mengajukan restrukturisasi dan dalam proses tim Modalku. Sebagian besar, kebutuhan restrukturisasi diajukan peminjam karena adanya penurunan omzet akibat pandemi, penundaan pembayaran dari payor/bouwheer (pemberi kerja untuk UMKM) khusus untuk pinjaman Invoice Financing, dan beberapa disebabkan kesulitan dalam pembelian barang modal karena keterbatasan logistik, sehingga usaha terhambat.

Menyambut fase New Normal, beberapa bisnis sudah mulai kembali beroperasi diharapkan omzet bisnis berangsur membaik. “Kami akan terus memantau perkembangan fase normal baru karena proses pemulihan ekonomi terutama bisnis UMKM ini bukan hal mudah. Dengan asas responsible lending, kami akan terus menjalankan langkah seleksi komprehensif, program restrukturisasi, serta mendukung sektor kesehatan yang saat ini sedang dibutuhkan dengan berbagai kerjasama baru dalam beberapa waktu kedepan,” ujar Reynold.

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar yang didanai pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies.

Editor : Dani Dahwilani