BI: Kondisi Perbankan Indonesia Sekarang Lebih Baik Dibanding Krisis 1998 

Fadel Prayoga · Jumat, 17 Juli 2020 - 20:05 WIB
BI: Kondisi Perbankan Indonesia Sekarang Lebih Baik Dibanding Krisis 1998 

Kondisi perbankan Indonesia dinilai masih lebih baik jika dibandingkan dengan krisis tahun 1998 silam. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kondisi perbankan Indonesia dinilai masih lebih baik jika dibandingkan dengan krisis tahun 1998 silam. Pasalnya, santer beredar kabar kalau beberapa lembaga keuangan Tanah Air tengah goyang akibat terdampak guncangan pandem virus corona (Covid-19). 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir terlalu berlebihan. Pasalnya, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan per Mei 2020, rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen atau di atas ambang batas normal, yaitu 8 persen.

“Kalau dilihat secara industri, kondisi kita jauh lebih baik dibandingkan 97-98 ataupun 2008,” kata Destry dalam diskusi virtual, Jumat (17/7/2020). 

Dia menjelaskan, BI telah menurunkan nilai tingkat suku bunga hingga ke level 4 persen. “Sejauh ini sudah menurunkan 175 basis poin, tapi memang transmisi di perbankannya masih lambat, jadi kita sudah menurunkan 175 bps tapi suku bunga kredit baru turun sekitar 74 basis poin," ujarnya.

Dia berharap stimulus yang diberikan pemerintah dengan mengalokasikan dana di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) demi pemulihan ekonomi nasional segera direalisasikan oleh keempat bank tersebut. 

“Kita mau enggak mau harus menghadapi situasi yang berbeda, di mana kita harus mempersiapkan kondisi new normal. Jadi bisnis as usual mode harus kita tinggalkan karena kita enggak tahu bottom-nya di mana untuk Covid-19 ini,” ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk