Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tips MotionTrade: Investor Pemula Perlu Kenali RDPU dan Strategi Auto Invest di MotionTrade
Advertisement . Scroll to see content

Bitcoin Anjlok Lagi, Ini Tiga Penyebabnya

Senin, 06 Desember 2021 - 18:51:00 WIB
 Bitcoin Anjlok Lagi, Ini Tiga Penyebabnya
Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

2. Bitcoin Dianggap Sebagai Kompetitor Sistem Perbankan Dunia

Gary Gensler, Ketua Komisi SEC mengungkapkan bahwa Bitcoin merupakan kompetitor bagi sistem perbankan dan konsensus keuangan di seluruh dunia. Anggapan ini merupakan tanggapan atas tujuan diciptakannya Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto. Sebab, Bitcoin awalnya diciptakan pada 2009 sebagai reaksi Nakamoto terhadap krisis keuangan hebat yang melanda Amerika pada 2008. 

3. Fed Tapering 

The Federal Reserve (The FED) akan mulai mengurangi pembelian aset atau tapering demi menarik kembali sejumlah besar bantuan yang telah disalurkan oleh bank sentral AS. Hal ini dilakukan untuk menormalisasi kebijakan moneter dan menaikkan suku bunga pada tahun 2022, tepatnya pada Juni, September, dan Desember. 

Kebijakan tapering tersebut membuat kebanyakan investor memutuskan untuk melepaskan aset-aset berisiko seperti saham dan aset kripto. Kemudian memutuskan untuk beralih ke dolar AS yang dianggap akan menguat. 

Tren tersebut dapat dilihat dari penurunan kapitalisasi pasar aset kripto yang tadinya berada di angka 1,1 triliun dolar AS menurun hingga 900 miliar dolar AS hanya dalam hitungan jam. Di waktu yang bersamaan, tingkat likuidasi pasar meroket hingga 2,5 miliar dolar AS yang berasal dari 400 ribu trader. 

Menariknya, kendati mengalami penurunan yang signifikan, kondisi tersebut juga dimanfaatkan dengan baik oleh El Salvador. Di tengah harga Bitcoin yang merosot, Presiden El Salvador Nayib Bukele justru membeli 150 BTC. 

Pembelian BTC itu merupakan salah satu cara El Salvador mewujudkan impiannya membangun kota Bitcoin yang rencananya akan berdiri di kawasan tenggara La Union. 

Terlepas dari naik turunnya harga Bitcoin, salah satu perusahaan analitik terdepan di aset kripto, MicroStrategy melakukan akumulasi selama periode Oktober-November 2021 hingga mencapai 7.000 BTC dengan total dana pembelian 414 dolar AS.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut