Cari Arah, IHSG Pagi Jatuh ke 5.109

Aditya Pratama ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 09:41 WIB
Cari Arah, IHSG Pagi Jatuh ke 5.109

IHSG merosot. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada perdagangan, Kamis (30/7/2020), pagi. Saat dibuka, indeks merosot ke 5.110,55.

Indek sempat mencatatkan penguatan dan kembali terkoreksi pada pukul 09.17 WIB ke 5.109,89 atau turun 1,22  poin (0,02 persen). Dari 434 saham yang diperdagangkan, 145 di antaranya menguat, 155 melemah dan 134 stagnan.

Frekuensi perdagangan tercatat 124.284 kali dengan nilai transaksi Rp1,16 triliun 1,42 miliar lembar saham diperjualbelikan. Meski IHSG merah, 10 indeks sektoral penggerak IHSG mayoritas menguat, sementara tiga di antaranya mencatatkan koreksi.

Sektor keuangan memimpin pelemahan dengan turun 0,33 persen. Sementara sektor aneka industri memimpin penguatan dengan naik 1,12 persen.

Investor asing mewarnai perdagangan pagi dengan aksi jual bersih (net sell) Rp28,59 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) naik Rp20 atau 7,04 persen ke Rp304, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) naik Rp10 atau 3,12 persen ke Rp330 dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp150 atau 2,96 persen ke Rp5.225.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Indofarma Tbk (INAF) turun Rp100 atau 4,74 persen ke Rp2.010, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun Rp7 atau 4,58 persen ke Rp146 dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) turun Rp10 atau 4,17 persen ke Rp230.

Di pasar regional, bursa saham Asia diperdagangkan variasi Kamis pagi setelah AS Federal Reserve tidak mengubah suku bunga acuan. Pasar saham China Daratan tergelincir pada perdagangan pagi, dengan komposit Shanghai turun 0,13 persen sementara komponen Shenzhen merosot 0,362 persen.

Di Jepang, Nikkei 225  naik 0,3 persen sementara indeks Topix menambahkan sekitar 0,1 persen. Kospi Korea Selatan juga naik 0,26 persen. Di Australia,  S & P/ASX 200 naik 0,68 persen. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang diperdagangkan 0,46 persen lebih tinggi.

Editor : Ranto Rajagukguk