Dari Jual Mobil saat Pandemi, Salad Umma Tembus Pesanan Kementerian Berkat KUR BRI
“Saya merasa usaha saya begini-begini saja. Lalu di situ mulai terpikir untuk mengajukan KUR ke BRI. Akhirnya cair tuh Rp100 juta, tenor 3 tahun, cicilan Rp3,8 juta per bulan,” ujar Hikma.
Proses pengajuan KUR BRI berjalan cepat setelah dilakukan survei usaha dan pengecekan kelayakan bisnis. Hikma akhirnya memperoleh pembiayaan sebesar Rp100 juta dengan tenor tiga tahun dan cicilan sekitar Rp3,8 juta per bulan. Dana tersebut digunakan untuk mengubah carport rumah menjadi outlet usaha Salad Umma.
Menurut Hikma, keunggulan KUR BRI bukan hanya terletak pada proses pencairan yang cepat dan mudah, tetapi juga pendampingan usaha setelah pembiayaan cair. Dia mendapatkan pelatihan rebranding, pemasaran digital, hingga pengembangan UMKM melalui program pembinaan BRI.
Kini Salad Umma memiliki puluhan varian salad buah dan dessert dengan pelanggan mulai dari pesanan pribadi hingga instansi besar. Dari usaha rumahan yang lahir saat pandemi, bisnis milik Hikma berkembang menjadi UMKM yang terus naik kelas berkat dukungan pembiayaan dan pendampingan KUR BRI.
Sementara itu, Mantri BRI Unit Tebet Barat Nicko Irawan mengonfirmasi pemilik Salad Umma, Hikma Nurul Audhliya, merupakan nasabah BRI. Pendampingan usaha bermula saat Hikma datang ke kantor unit untuk mengembangkan bisnisnya.
Pihak BRI kemudian melakukan survei lapangan guna memverifikasi kebutuhan sekaligus melihat potensi bisnis Salad Umma. Pengajuan pembiayaan tersebut disetujui dengan proses cepat dalam waktu dua hingga tiga hari.
"Salad Umma ini termasuk nasabah kami yang sangat bagus progresnya. Kami terus mendampingi perkembangan usaha ini dan salut dengan kemajuannya yang sangat pesat," ungkap Nicko kepada iNews.id.
Editor: Reynaldi Hermawan