Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah pun Anjlok Ditutup di Rp13.580 per USD
JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tetap melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan, Selasa (1/11/2017) sore ini. Dolar AS makin perkasa usai negeri Paman Sam melaporkan catatan ekonomi yang positif.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 17 poin atau 0,13% ke Rp13.580 per USD. Siang tadi, rupiah sempat bertengger di Rp13.592 per USD, dan saat pembukaan pagi di level Rp13.571 per USD.
Sepanjang pagi hingga sore hari ini, rupiah bergerak ke rentang Rp13.566-13.597 per USD, atau hampir mendekati level kekhawatiran di Rp13.600 per USD.
Sementara Yahoo Finance mencatat, pada penutupan perdagangan sore ini, rupiah menetap ke Rp13.575 per USD melemah 15 poin atau 0,11%. Di siang tadi, rupiah sempat bertengger ke Rp13.592 per USD, dan saat pembukaan berada di Rp13.558 per USD.
Pergerakan rupiah tercatat variatif dan menunjukkan bahwa dolar tengah perkasa di perdagangan hari ini dengan rentang Rp13.558-13595 per USD.
Sekadar informasi nilai tukar dolar AS naik terhadap sebagian besar mata uang karena data laporan ekonomi negeri Paman Sam yang tercatat positif.
Mengutip Xinhua, Rabu (1/11/2017), indeks kepercayaan konsumen mencapai 125,9 di bulan Oktober, tertinggi dalam hampir 17 tahun, menurut Conference Board pada hari Selasa 31 Oktober 2017.
Sementara itu, Federal Reserve AS memulai pertemuan dua hari kebijakannya pada hari Selasa 31 Oktober 2017 dan dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya pada hari ini.
"Fed diperkirakan akan mengumumkan tidak ada perubahan dalam kebijakan besok, namun bisa menggunakan pernyataan tersebut untuk memberi sinyal pada pergerakan Desember, mungkin dengan meningkatkan ekonomi," kata Chris Low, ekonom kepala di FTN Financial.
Editor: Ranto Rajagukguk