Dolar AS Menguat 1,5 Persen ke Rp15.112
JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (4/5/2020), pagi tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda kembali masuk ke level psikologis Rp15.100 per dolar AS.
Data Bloomberg pukul 10.12 WIB menunjukkan, rupiah terdepresiasi 231 poin atau 1,55 persen menjadi Rp15.112 per dolar AS dari posisi pekan kemarin Rp14.881 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.960-15.112 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.960 per dolar AS.
Business Insider mencatat, rupiah menguat 251 poin atau 1,65 persen menjadi Rp14.995 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp15.246 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.857 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.863-14.999 per dolar AS.Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 63 poin menjadi Rp15.630 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.567 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 84 poin menjadi Rp15.073 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.157 per dolar AS.
IHSG Awal Pekan Diprediksi Melemah di Kisaran 4.569-4.975
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah Senin pagi terkoreksi memasuki Rp15.000 per dolar AS dibayangi sentimen negatif global. Dia menuturkan, sentimen negatif kelihatannya membayangi pergerakan pasar keuangan hari ini.
"Pasar khawatir dengan pelonggaran karantina wilayah di beberapa negara akan menimbulkan kasus Corona gelombang kedua," ujar Ariston.
Selain itu, pasar juga mengkhawatirkan ketegangan hubungan antara AS dan China belakangan ini, karena provokasi AS akan memicu perang dagang lagi antar kedua negara.
Pasar juga mengantisipasi buruknya data-data ekonomi di AS dan di negara-negara pandemi lainnya yang akan dirilis pekan ini, seperti data tenaga kerja, data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur, neraca perdagangan, dan data lainnya.
"Rupiah mungkin bisa melemah mengikuti sentimen negatif tersebut," kata Ariston.
Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan berpotensi tertekan menuju level Rp15.000 per dolar AS dan level dukungan di Rp14.800 per dolar AS.
Editor: Ranto Rajagukguk