Dolar AS Pagi Tekan Rupiah ke Rp14.567

Aditya Pratama, Djairan ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 10:51 WIB
Dolar AS Pagi Tekan Rupiah ke Rp14.567

Kurs rupiah melemah. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Rabu (15/7/2020), pagi tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan tersebut membuat mata uang Garuda tembus level psikologis Rp14.500 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.18 WIB menunjukkan, rupiah terdepresiasi 115 poin atau 0,80 persen menjadi Rp14.567 per dolar AS dari posisi kemarin Rp14.450 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.450-14.567 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.450 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah melemah 120 poin atau 0,83 persen menjadi Rp14.570 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.450. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.450 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.416-14.565 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 104 poin menjadi Rp14.616 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.512 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah pada Rabu berpeluang menguat seiring perkembangan positif vaksin Covid-19. "Sepertinya pergerakan aset berisiko termasuk rupiah di pasar Asia akan positif hari ini merespons kabar baik dari kemajuan penelitian vaksin Covid-19," kata di Jakarta, Rabu.

Pergerakan positif tersebut, lanjut Ariston, juga mengikuti pergerakan positif di pasar saham AS semalam. Perusahaan bioteknologi AS Moderna melaporkan hasil pengujian vaksin yang sukses memproduksi antibodi di tubuh manusia subjek penelitian.

Penemuan vaksin diharapkan menjadi solusi untuk menghentikan penyebaran Covid-19 yang telah berdampak kepada hampir di seluruh negara di dunia. Untuk rupiah, Ariston menilai pasar juga akan memperhatikan data neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2020 yang diperkirakan surplus.

"Hasil yang surplus bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi menguat ke arah Rp14.350 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp14.500 per dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk