Dugaan Shadow Banking dalam Kasus Maybank, OJK: Ini Enggak Bisa Dianggap Enteng

Rina Anggraeni ยท Jumat, 13 November 2020 - 14:57:00 WIB
Dugaan Shadow Banking dalam Kasus Maybank, OJK: Ini Enggak Bisa Dianggap Enteng
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau dugaan praktik shadow banking dalam kasus pembobolan dana nasabah Maybank. Atlet e-sport, Winda Lunardi alias Winda Earl bersama ibunya, Floletta Lizzy Wiguna kehilangan uang Rp22 miliar di bank tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan shadow banking adalah kegiatan keuangan yang dilakukan lembaga nonbank di luar aturan regulator.

"Sekarang ini ada produk yang produk bank yang diberikan oleh nonperbankan. Ini satu hal yang enggak bisa kita anggap enteng, ini yang kita sebut shadow banking," ujarnya, Jumat (13/11/2020).

Menurut dia, praktik shadow banking tak boleh dibiarkan karena jika terus berkembang akan mendorong pemilik bank melakukan kegiatan ilegal semacam itu. Ujungnya, hal ini bisa mengancam industri perbankan. Potensi shadow bank, menurut Wimboh, akan semakin kuat di era digital.

"Mungkin kalau masih kecil oke, tapi kalau ini sudah menjadi besar itu kan menjadi isu. Nah bahkan kami dukung kalau ini jadi pembasahan sendiri bagaimana jadi roadmap kita di digital," kata Wimboh.

Dia menjelaskan, industri perbankan selama ini diatur secara ketat (high regulated) karena bisnisnya menyangkut kepercayaan masyarakat. Era digital justru memicu "bank-bank virtual" yang tidak terjangkau regulasi.

"Ini sudah banyak sekali yang jadi diskusi di masyarakat. Kalau virtual banking merebak nanti perbankan yang saat ini sudah high regulated nanti bisa habis bagaimana transisinya? Nah ini beberapa hal yang harus kita lihat," kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah