Emas Berjangka Naik Tipis Tertahan Penguatan Wall Street

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 08:27 WIB
Emas Berjangka Naik Tipis Tertahan Penguatan Wall Street

Emas berjangka naik. (Foto: Shutterstock)

CHICAGO, iNews.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada Rabu (12/2/2020) waktu setelah hampir seharian turun di tengah meningkatnya ekuitas dan peringatan tentang risiko terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat (AS).

Mengutip Xinhua, Kamis (13/2/2020), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 1,50 dolar AS, atau 0,1 persen, menjadi 1.571,60 dolar AS per ounce.

Ekuitas AS memperpanjang reli pada Rabu, dengan Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 200 poin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mengikuti kenaikan tajam Dow.

Ketika pasar saham booming, emas biasanya turun karena investor akan berbondong-bondong ke aset berisiko. Pada Selasa, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil untuk saat ini sementara risiko terhadap prospek ekonomi AS tetap ada.

"FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) percaya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini akan mendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang Komite targetkan di 2 persen Komite," kata Powell kepada House Financial Services Committee.

Pada hari Rabu, Powell menyuarakan keprihatinannya atas kenaikan utang nasional, yang sudah melampaui 23 triliun dolar AS. Dia juga tersirat di sebuah komite Senat mendengar bahwa bank sentral akan menggunakan quantitative easing sebagai alat melawan penurunan ekonomi berikutnya.

Peringatan Powell tentang risiko terhadap prospek ekonomi AS mendukung selera safe-haven, kata analis pasar, dan menyebabkan kenaikan harga emas.

Namun, selama perdagangan elektronik berikutnya, emas berjangka jatuh lagi ke wilayah negatif karena indeks dolar AS melonjak menjadi 99.

Ketika dolar menguat, itu akan membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal dan kurang menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Adapun logam mulia lainnya, perak Maret kehilangan 10 sen, atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 17,497 dolar per ounce. Platinum April turun 6,20 dolar, atau 0,64 persen, menjadi menetap di 967,30 dolar per ounce.


Editor : Ranto Rajagukguk