Fenomena Sell in May and Go Away di Pasar Saham, Apa Sih Itu?

Shelma Rachmahyanti ยท Jumat, 30 April 2021 - 16:33:00 WIB
Fenomena Sell in May and Go Away di Pasar Saham, Apa Sih Itu?
Pasar modal

JAKARTA, iNews.id – Menjelang Mei, investor pasar modal biasanya akan sering mendengar maupun membaca informasi mengenai fenomena Sell in May and Go Away. Fenomena yang terjadi di pasar saham luar negeri tersebut sering kali dikaitkan dengan pergerakan pasar modal domestik.

Diketahui, pada Mei, investor pasar modal cenderung melakukan aksi jual guna menghindari terjadinya penurunan kinerja pasar modal pada Mei hingga Oktober. Meski demikian, tidak serta fenomena Sell in May and Go Away ini terjadi setiap tahun.

Pengamat pasar modal Oktavianus Audi menjelaskan, berdasarkan pencarian data selama 20 tahun, kenaikkan pada Mei hingga Oktober itu selalu lebih rendah jika dibandingkan dari akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.

“Secara history, 20 tahun terakhir memang betul kenaikkan di bulan Mei sampai dengan Oktober itu selalu lebih rendah dibandingkan akhir tahun sampai awal tahun berikutnya. Biasanya memang seperti itu. Dan kalau di-average 0,8 persen kenaikkan di Mei sampai dengan Oktober,” ungkapnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Jumat (30/4/2021).

Dengan adanya kondisi tersebut, artinya para investor memang sedikit keluar pada Mei hingga Oktober. Akan tetapi, kata Audi, para investor akan mulai membeli saham lagi atau saham yang dimiliki mulai naik kembali pada akhir tahun.

Sementara itu, dia mengatakan, pada tahun lalu, kondisi yang terjadi malah berlawanan arah. Di mana, pada Mei 2020, pasar saham Indonesia mulai pemulihan.

“Menurut saya tahun ini dengan tahun 2020 memang agak sedikit berbeda. Saya pikir, jika ini bisa terjadi pun kemungkinan besar hanya tren jangka pendek saja, mungkin hanya sampai Mei dengan Oktober saja,” kata dia. 

Editor : Jujuk Ernawati