IHSG Dibuka Tertekan di Akhir Pekan, Saham BBCA Banyak Dijual Asing

Dinar Fitra Maghiszha ยท Jumat, 26 November 2021 - 09:39:00 WIB
IHSG Dibuka Tertekan di Akhir Pekan, Saham BBCA Banyak Dijual Asing
IHSG dibuka tertekan di akhir pekan, saham BBCA banyak dijual asing

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini dibuka tertekan. IHSG melemah 10,7 poin atau 0,16 persen di level 6.688,57.

Pada pembukaan perdagangan Jumat (26/11/2021), tercatat sebanyak 124 saham menguat, 109 saham melemah, dan 268 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp247,4 miliar dari 420,3 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Transaksi net-buy asing secara akumulatif mencapai Rp31,09 miliar dengan pembelian saham seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp56,3 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp934,9 juta, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp889,8 juta.

Sementara transaksi net-sell asing, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp14,8 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp6,2 miliar, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Rp2,4 miliar.

Menyusul pelemahan IHSG, indeks LQ45 turun 0,46 persen ke 960,71, indeks JII melemah 0,38 persen ke 577,06, indeks IDX30 anjlok 0,54 persen ke 512,58, dan indeks MNC36 tertekan 0,41 persen ke 325,08.

Adapun saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menguat 12,57 persen ke Rp394, PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) naik 8,96 persen ke Rp73, dan PT Caturkada Depo Bangunan Tbk (DEPO) melesat 8,33 persen di Rp650.

Sedangkan saham-saham yang masuk top losers, antara lain saham PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) melemah 6,40 persen ke Rp117, PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) turun 5,26 persen di Rp126, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) anjlok 4,84 persen di Rp590.

IHSG pada penutupan perdagangan, Kamis (25/11/2021) berakhir naik 16,069 poin atau 0,24 persen ke 6.699. Terdapat 228 saham menguat, 278 saham melemah, dan 166 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp13,7 triliun dari 25,9 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: