Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.305 Triliun
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan kemarin. Titik support dan resistance IHSG ada di 6.416-6.500.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, IHSG kembali tertahan di area MA5. Meskipun begitu, indikator Stochastic mengonfirmasi dead-cross keluar area overbought dengan bearish reversal momentum indikator RSI yang terlihat negatif.

"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak tertekan dengan pergerakan moderate pada support resistance 6.416-6.500," ujarnya dalam riset tertulisnya, Kamis (24/1/2019).

IHSG kemarin ditutup melemah 0,27 persen atau 17,39 poin ke level 6.451 dengan sektor keuangan dan konsumer menjadi kontributor utama penekan IHSG. Melemahnya harga saham BMRI menjadi penekan sektor keuangan.

Investor asing memecahkan tren aksi beli dengan melakukan aksi jual untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini sebesar Rp142,36 miliar setelah tercatat total net buy Rp10,97 triliun sejak awal tahun. Meskipun begitu, rupiah menguat 0,23 persen ke level Rp14.188 per dolar AS.

Ekuitas Asia ditutup bervariasi dengan indeks Nikkei (-0.14 persen), TOPIX (-0.60 persen), Hang Seng (+0.01 persen), CSI (-0.07 persen) dan KOSPI (+0.47 persen). Investor kembali meragukan prospek kemajuan perundingan perdagangan AS-China dan buntunya penutupan pemerintahan AS.

"Ekuitas Jepang mengalami pelemahan setelah Bank Sentral Jepang memangkas prospek inflasi dan meninggalkan kebijakan moneter yang tidak berubah," kata dia

Indeks Eropa menutup perdagangan dengan pelemahan. Indeks Eurostoxx (-0.02 persen), FTSE (-0.85 persen), DAX (-0.17 persen), dan CAC (-0.15 persen) pelemahan berlangsung sejak di awal sesi perdagangan karena terpicu oleh mayoritas indeks saham di Asia.

"Perkiraan penjualan perusahaan semikonduktor terbesar di Eropa membebani saham-saham teknologi serta saham-saham perbankkan yang mengalami penurunan pasca berita Bloomberg mengenai the Fed menyelidiki Deutsche Bank dengan tuduhan pencucian uang," ucapnya.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya INKP, WSBP, WTON, BSDE, ADHI, WIKA, dan CTRA.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut