IHSG Sesi I Ditutup Turun ke Level 6.930, Berikut 3 Saham Top Losers
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (8/2/2023), ditutup turun ke level 6.930, melemah 0,07 persen atau 4,92 poin dari posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 6.935 dan sempat menyentuh angka tertingginya di level 6.961. Selain IHSG, indeks LQ45 turun 0,07 persen ke 956, dan indeks IDX30 turun 0,05 persen ke 498. Sedangkan indeks MNC36 naik 0,04 persen ke 356, serta indeks JII naik 0,09 persen ke 583.
Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 14,24 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,67 triliun dan frekuensi sebanyak 860.192 kali. Tercatat sebanyak 277 saham turun harga, 216 saham naik harga, dan 216 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Sebanyak enam indeks sektoral berada di zona merah, di mana sektor teknologi terkoreksi 1,04 persen, infrastruktur turun 0,41 persen, energi turun 0,30 persen, properti turun 0,28 persen, siklikal turun 0,05 persen, dan industri turut parkir di zona merah.
IHSG Hari Ini Berpotensi Reli, Saham Apa yang Direkomendasikan?
Sementara itu, lima sektor lainnya berada di zona hijau yakni, sektor transportasi naik 1,33 persen, non siklikal naik 0,51 persen, kesehatan naik 0,38 persen, baham baku naik 0,35 persen, dan keuangan naik 0,05 persen.
Adapun 3 saha top gainers pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, yaitu PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) naik 34,33 persen ke Rp90, PT Haloni Jane Tbk (HALO) naik 25,00 persen ke Rp125 dan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) naik 17,46 persen ke Rp74.
Sementara 3 saham top losers yakni, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) turun 9,88 persen ke Rp73, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) turun 6,76 persen ke Rp69 dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) turun 6,67 persen ke Rp448.
Di samping itu, tiga saham teraktif diperdagangkan antara lain, PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK).
Editor: Jeanny Aipassa