Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Akan Terbitkan ORI dan Sukuk Tabungan

Isna Rifka Sri Rahayu · Senin, 20 Agustus 2018 - 16:04 WIB
Jelang Akhir Tahun, Pemerintah Akan Terbitkan ORI dan Sukuk Tabungan

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan di sisa tahun 2018 akan menerbitkan dua instrumen investasi di pasar modal Indonesia. Pada Oktober mendatang pemerintah akan menerbitkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan November meluncurkan sukuk tabungan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, hal ini merupakan program pemerintah dalam rangka memperdalam pasar keuangan terutama untuk investor domestik. Pihaknya berupaya untuk menambah penerbitan instrumen investasi terutama yang bersifat ritel.

"Kita masih memiliki PR (Pekerjaan Rumah) lagi sampai akhir tahun, salah satunya dengan penerbitan SBR004. Dalam semester II ini target kita Oktober kita rencananya akan terbitkan ORI kemudian di November kita menerbitkan sukuk tabungan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Selama ini, pemerintah memiliki empat instrumen investasi baik yang berbentuk konvensional maupun sukuk. Adapun instrumen konvensional berupa ORI dan Saving Bonds Ritel (SBR), sedangkan sukuk berupa sukuk ritel dan sukuk tabungan

"Nah itu yang akan kita perbanyak juga dalam rangka memperdalam pasar keuangan. Tentu saja ini bagian dari kita pemenuhan target pembelian," kata dia.

Hari ini pemerintah menerbitkan SBR004 untuk investor individu secara online. Jenis kupon yang ditawarkan pun sangat menarik karena mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang belakangan trennya terus menanjak.

Ia mengatakan, penerbitan salah satu instrumen investasi ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan negara. Pasalnya, di tengah dinamika global yang tidak menentu membuat perekonomian domestik dan pasar keuangan mengalami tekanan.

"Pasar keuangan negara masih cukup dangkal untuk itu, oleh karenanya peran pemerintah adalah bagaimana kami bisa memperdalam pasar keuangan. Salah satu program dari pemerintah bagaimana kami bisa mengantisipasi pasar uang dengan meluncurkan SBR004," ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan SBR003 untuk memperluas basis investor domestik hingga ke generasi milenial. Menurutnya tujuan tersebut berhasil dicapai karena sebanyak 5.600 investor baru yang membeli SBR003 di mana 55 persennya berusia di bawah 40 tahun.

"Jadi sifat keritelannya itu sangat terlihat bisa dicapai dengan cukup baik. Terakhir kalau kita lihat lokasi, semua pembeli ininvstor daari SBR003terwakili dari 33 provinsi," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk