Kenaikan Kurs Dolar Tertahan Isu Perang Dagang AS-China
TOKYO, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terus mencatatkan penguatan, meski isu perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mencoba menahan kenaikan greenback.
Mengutip CNBC, Senin (18/6/2018), indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,1 persen menjadi 94,882. Indeks dolar AS sempat menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan ke level 95,131, ketika Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal hawkish untuk suku bunga, sementara bank sentral Eropa (ECB) memilih bersikap dovish.
Selain terpengaruh keputusan moneter bank sentral Eropa dan The Fed, greenback juga sedikit tertekan oleh peningkatan tensi dagang antara AS dan China. AS memutuskan memberlakukan tarif impor 50 miliar dolar AS untuk barang-barang dari China. Negeri Tirai Bambu pun merespons akan melakukan tindakan serupa.
"Reaksi mata uang terhadap perkembangan perdagangan sebagian besar terbatas karena kebijakan AS dan tanggapan China memang sudah diekspektasi pasar," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.
Dolar AS turun 0,1 persen menjadi 110,500 yen setelah mencatatkan kenaikan tertinggi dalam tiga pekan di level 110,905 pada hari Jumat lalu.
Euro tergelincir 0,2 persen menjadi 1,1585 dolar AS, memperpanjang kerugian setelah turun 1,3 persen pada pekan sebelumnya karena ECB mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga pada level terendah hingga tahun depan.
Dolar Australia turun 0,15 persen lebih rendah ke 0,7426 dolar AS dan dolar Selandia Baru melemah 0,35 persen menjadi 0,6922 dolar AS.
Editor: Ranto Rajagukguk