Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkeu Purbaya: Anggaran MBG Tidak Dipangkas, Hanya Belanja Tak Produktif Dicoret
Advertisement . Scroll to see content

Pelemahan Rupiah Ternyata Tak Seburuk Mata Uang Korsel hingga Filipina, Ini Buktinya!

Senin, 09 Maret 2026 - 21:08:00 WIB
Pelemahan Rupiah Ternyata Tak Seburuk Mata Uang Korsel hingga Filipina, Ini Buktinya!
Nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS ternyata tidak seburuk mata uang Korsel dan Filipina. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah sempat bergerak menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini. Meski demikian, tekanan terhadap rupiah dinilai masih relatif lebih terbatas dibandingkan sejumlah mata uang negara lain di kawasan Asia.

Data Bloomberg pada Senin (9/3/2026) menunjukkan pelemahan rupiah sepanjang Maret sejak meningkatnya konflik di Timur Tengah tercatat sekitar 1,09 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan beberapa mata uang lain, seperti won Korea Selatan dan peso Filipina yang masing-masing tertekan hingga 3,62 persen pada periode yang sama.

Tekanan terhadap mata uang negara-negara tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar global terhadap lonjakan harga minyak akibat eskalasi geopolitik. Korea Selatan misalnya, selama ini dikenal memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi, terutama minyak.

Kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang meskipun juga merupakan importir minyak, masih memiliki penopang dari sektor domestik yang kuat. 

Indonesia juga dikenal sebagai pengekspor berbagai komoditas energi dan sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit. Kombinasi faktor ini membuat ekonomi Indonesia dinilai relatif lebih tahan terhadap gejolak global.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) David Sutyanto menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu oleh sentimen global dibandingkan masalah fundamental dalam negeri.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut