Kondisi Pasar Tak Stabil, MNC Dana SBN dan MNC Dana Lancar Bisa Jadi Pilihan

Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 16:05 WIB
Kondisi Pasar Tak Stabil, MNC Dana SBN dan MNC Dana Lancar Bisa Jadi Pilihan

MNC Asset Management. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - MNC Asset Management menilai, kondisi pasar saat ini belum stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor disarankan untuk memilih produk investasi reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.

"Salah satu pilihan yang tepat di tengah ketidakpastian perekonomian global saat ini adalah produk reksa dana pendapatan tetap seperti MNC Dana SBN," kata Fund Manager MNC Asset Management Ipan Samuel dalam ajang "Fun(d) Talk with Millenials" session 5 di Eztubizi Business Center, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Dia memprediksi kondisi pasar masih belum stabil hingga semester I-2020. Hal ini tidak terlepas dari berlarut-larutnya perang dagang AS-China yang belum akan berhenti dalam waktu dekat.

Annafrid Nikijuluw, Business Manager MNC Asset Management mengungkapkan reksa dana pendapatan tetap dengan underlying SUN (surat utang negara) akan menjadi investasi menarik di tahun 2020. Namun, dia mengingatkan diversifikasi investasi pada instrumen reksa dana pasar uang masih diperlukan.

"Produk reksa dana pasar uang seperti MNC Dana Lancar dengan indikasi rata rata imbal hasil di atas 5 persen dapat menjadi pilihan untuk cash flow management," kata Annafrid.

Sebagai informasi, produk reksa dana MNC Asset Management yang dijual di dalam platform Indopremier Online Trading (IPOT) merupakan produk unggulan. Di antaranya adalah produk reksa dana open end, mulai dari jenis pasar uang hingga reksa dana saham.

Adapun, Fun(d) Talk with Millenials ini merupakan workshop yang diadakan rutin oleh para investor Indopremier. Acara tersebut kali ini mengangkat tajuk Market Timing Reksa Dana.

Acara tersebut juga dihadiri lebih dari 45 investor yang telah memiliki jumlah single investor identification (SID) yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Editor : Rahmat Fiansyah