Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Ajak Investor Investasi di Indonesia: Jangan Takut, Nanti Menyesal
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Bank di AS dan Eropa, LPS: Tak Perlu Cemas, Perekonomian RI Cukup Resilien

Kamis, 30 Maret 2023 - 17:33:00 WIB
Krisis Bank di AS dan Eropa, LPS: Tak Perlu Cemas, Perekonomian RI Cukup Resilien
Krisis bank di AS dan Eropa, Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadhewa mengatakan tak perlu cemas karena perekonomian RI cukup resilien. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, masyarakat khususnya para pelaku industri di Indonesia untuk tidak terlalu mencemaskan guncangan yang terjadi di perbankan Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kendati demikian, dia meminta untuk tetap waspada. 

“Pelaku industri sebetulnya tidak perlu terlalu cemas karena kondisi perekonomian kita cukup resilien terhadap gejolak eksternal, karena sebagian besar ekonomi kita didorong oleh konsumsi domestik. Namun demikian tetap perlu waspada terhadap berbagai ketidakpastian dengan senantiasa menjaga permodalannya pada level tebal,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (30/3/2022).

Purbaya pun mengimbau pelaku industri agar dapat melihat berbagai sektor yang sekarang memiliki peluang besar supaya dana dari perbankan dapat tersalurkan. Terkait dengan likuiditas, menurutnya, meskipun saat ini secara keseluruhan industri perbankan memiliki likuiditas yang sangat ample, namun diversifikasi instrumen keuangan tetap harus dilakukan supaya ketersediaan dana selalu mencukupi.

Industri perbankan nasional saat ini masih dalam kondisi stabil. Secara nasional pun, NPL perbankan berada di posisi sehat 2,59 persen per Januari 2023. Selain itu, level permodalan perbankan juga sangat tebal, berada di 25,93 persen per Januari 2023. 

Kondisi likuiditas perbankan saat ini juga dalam keadaan sangat memadai. Alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) dan per Januari 2023 masing-masing sebesar 129,64 persen dan 29,13 persen. Nilai ini sekitar dua setengah kali di atas threshold. 

“Namun demikian, kita perlu tetap mewaspadai dampak tidak langsungnya dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan,” ujarnya.

Di samping itu, dia menambahkan, penting bagi bank untuk terus menjaga level likuiditas di batas aman. Ini untuk melayani kebutuhan penarikan dana nasabah, dan level permodalannya agar selalu dalam kondisi sehat.

Purbaya kembali mengimbau masyarakat agar tetap percaya kepada perbankan nasional dan jangan takut untuk memulai berinvestasi, meski ada potensi resesi di beberapa negara besar. Namun, di tengah berbagai tekanan global tersebut, Indonesia menurut estimasi tidak akan memasuki masa resesi. 

Hal tersebut menurutnya, mengacu pada tahun lalu, di mana ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif sebesar 5,31 persen. Sebagian besar ekonomi ditopang oleh konsumsi domestik, yang berkontribusi 52,81 persen dari PDB kuartal IV 2022.

“Untuk masyarakat juga harus tetap tenang terkait simpanannya, sebab aset LPS sekarang sebesar Rp196 triliun lebih. Jadi jangan takut menabung karena dana LPS sangat cukup untuk menjamin simpanan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, total aset LPS per 28 Februari 2023 mencapai Rp196,68 triliun. Posisi tersebut merepresentasikan kenaikan 5,32 persen (year to date/YTD) dibandingkan posisi 31 Desember 2022, atau naik 15,07 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

LPS pada tahun ini menargetkan posisi aset mencapai lebih dari Rp200 triliun agar dapat terus memperkuat kapasitas LPS dalam melaksanakan penanganan bank dengan efektif.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut