Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Naik 20,7% hingga Q3 2026
Seiring perluasan layanan tersebut, Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie menyampaikan, pengembangan layanan digital memadukan inovasi dengan keamanan serta kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.
“Bagi kami, layanan digital harus memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan nyaman, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keandalan sistem. Karena itu, aspek keamanan dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan,” ujar Sunarto.
Novita menjelaskan, pertumbuhan kredit dan peningkatan transaksi nasabah turut memperkuat pendapatan perseroan. Hingga September 2026, pendapatan bunga tumbuh 7,08 persen secara tahunan menjadi Rp97,3 triliun, sementara pendapatan nonbunga meningkat 13,8 persen menjadi Rp29,4 triliun.
Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun, sehingga total pendapatan bank only meningkat 8,54 persen menjadi Rp90,6 triliun. Penguatan pendapatan tersebut diikuti penurunan biaya operasional sebesar 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun.
“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba. Semakin aktif nasabah bertransaksi, semakin besar pendapatan berulang yang bisa kami bangun. Karena itu, kami terus memperkuat layanan untuk memenuhi lebih banyak kebutuhan transaksi nasabah. Di saat yang sama, operasional kami juga semakin efisien. Kombinasi ini yang terus kami perkuat agar pertumbuhan laba tetap terjaga,” ujar Novita.