Lonjakan Kasus Covid-19 di China Picu Kekhawatiran, Bursa Asia Tertekan

Dinar Fitra Maghiszha ยท Kamis, 28 Oktober 2021 - 20:40:00 WIB
Lonjakan Kasus Covid-19 di China Picu Kekhawatiran, Bursa Asia Tertekan
Ilustrasi pergerakan saham di Bursa Hong Kong. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Lonjakan kasus Covid-19 di China dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran investor. Hal ini yang menjadi pemicu bursa Asia tertekan pada perdagangan Kamis (28/10/2021).   

Ruili, salah satu kota kecil di Provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Myanmar, telah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang memaksa pemerintah memberlakukan penguncian total. 

Kota yang menjadi titik trasnit internasional utama untuk China barat daya itu, kini menghadapi risiko infeski tinggi Covid-19 dan dikhawatirkan menjadi pintu masuk penyebaran ke berbagai wilayah di China. 

Pelaku pasar yang khawator dengan perkembangan terbaru kasus Covid-19 di China memutuskan untuk menahan diri, bahkan melakukan aksi profit taking di pasar saham

Kekhawatiran itu, semakin diperparah dengan krisis listrik di China yang turut memicu lesunya pasar modal, mengingat Beijing tengah berupaya menekan harga batu bara global yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Dow Asia, indeks global yang mewakili sejumlah emiten bluechips di kawasan Asia turun 14,66 poin atau -0,37 persen di level 3.901,69. Indeks Nikkei 225 di Bursa Tokyo juga merosot 278,15 poin, atau -0,96 persen, menjadi 28.820.

Hang Seng Index, patokan untuk perdagangan saham bluechip di bursa saham Hong Kong, melemah 111,29 poin atau -0,43 persen, menjadi 25.517.

Bursa saham Shanghai China anjlok 44,01 poin atau -1,24 persen, menjadi 3.518 poin, sementara benchmark Sensex India merosot 663,98 poin, atau -1,09 persen, ditutup di 60.479.

Indeks Singapura mengalami penurunan 10,02 poin, atau 0,31 persen, mencapai 3.208. S&P/ASX Australia juga terpuruk (-0,25 persen) di 7.430. IDX Composite atau IHSG jatuh (-1,18 persen) di 6.524.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: