LPS Siapkan Rp128 Triliun Tangani Bank Bermasalah akibat Covid-19

Antara ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 05:56 WIB
LPS Siapkan Rp128 Triliun Tangani Bank Bermasalah akibat Covid-19

LPS menyebutkan likuiditas Rp128 triliun telah disiapkan untuk menangani bank bermasalah akibat pandemi Covid-19. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan likuiditas Rp128 triliun telah disiapkan guna menangani bank bermasalah akibat pandemi Covid-19. Mereka menilai dana bantalan tersebut cukup untuk menangani bank sakit.

“Kondisi likuiditas LPS baik-baik saja secara total Rp128 triliun bantalan cukup untuk LPS menangani permasalahan perbankan,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di Jakarta dilansir Sabtu (11/7/2020).

Menurutnya, likuiditas LPS masih relatif sama dan tidak berubah karena pada semester kedua tahun ini pihaknya memberikan keringanan kepada perbankan tidak perlu melakukan pembayaran premi penjaminan karena dampak Covid-19.

Dia meyakini likuiditas LPS akan bertambah dari hasil investasi dana yang dimiliki selama ini. Apabila LPS mengalami kesulitan dana dalam konteks penanganan bank bermasalah ketika pandemi Covid-19, pemerintah akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) yang diserap Bank Indonesia.

Dana hasil penjualan SBN ini, kata dia, akan diberikan kepada LPS untuk mendukung kebutuhan likuiditas ketika menangani bank bermasalah.

LPS mendapatkan kewenangan baru dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kewenangan LPS dalamMelaksanakan Langkah Penanganan Permasalahan Stabilitas Sistem Keuangan.

Dalam aturan itu, LPS dapat melakukan penempatan dana kepada seluruh bank yang berisiko gagal mencapai 30 persen dari jumlah kekayaan LPS. Penempatan dana pada satu bank, paling banyak mencapai 2,5 persen dari jumlah kekayaan LPS.

Halim menjelaskan LPS berperan menempatkan dana kepada bank yang masuk dalam kriteria pengawasan intensif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apabila menurut OJK, bank tersebut masuk dalam pengawasan khusus, LPS dapat menempatkan dana setelah koordinasi dengan OJK melalui permintaan bank.

“Ketika bank sudah masuk dalam kriteria bank dalam pengawasan intensif, itu proses pengawasan yang dilakukan OJK. Saat itu juga LPS sudah bisa melaksanakan pemeriksaan bersama dengan OJK,” katanya.

Editor : Dani Dahwilani