Monas dan Perannya bagi Jakarta: Ruang Edukasi dan Sumber Pendapatan Daerah
JAKARTA, iNews.id – Monumen Nasional (Monas) selama ini dikenal luas sebagai salah satu ikon paling kuat yang melekat pada wajah Jakarta. Tugu yang berdiri di pusat kota tersebut tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang publik yang menyimpan berbagai cerita tentang perjalanan bangsa Indonesia.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pendapatan Bapenda Jakarta, Morris Danny mengatakan, setiap hari, kawasan Monas dipadati masyarakat yang datang untuk berbagai keperluan, mulai dari berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga mempelajari sejarah di dalam museum.
“Aktivitas yang berlangsung di kawasan ini menunjukkan bahwa Monas memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar monumen peringatan,” katanya.
Selain menjadi simbol sejarah, keberadaan Monas juga memiliki kontribusi nyata bagi pengelolaan kota, terutama melalui sektor pariwisata yang turut memberikan pemasukan bagi pemerintah daerah.
Pembangunan Monas tidak lepas dari gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Pada pertengahan dekade 1950-an, dia menginginkan sebuah monumen nasional yang mampu menjadi pengingat permanen atas perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Rancangan monumen kemudian dipilih melalui proses sayembara desain. Konsep karya arsitek Soedarsono akhirnya ditetapkan sebagai desain utama yang akan diwujudkan.