Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Kembali Menguat usai Anjlok, Berpotensi Naik 18 Persen Menuju Fase Normalisasi
Advertisement . Scroll to see content

MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI, Tapi Turunkan Rating Arus Informasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 06:55:00 WIB
MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI, Tapi Turunkan Rating Arus Informasi
ilustrasi MSCI mencatat status RI masih berada di emerging market (Foto: freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Penyedia indeks global terkemuka, MSCI Inc menetapkan status pasar modal Indonesia tetap berada dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market). Namun, pihaknya menurunkan rating penilaian pada kriteria Arus Informasi (Information Flow) dari predikat + menjadi -.

Dalam laporan bertajuk MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Kamis (18/6/2026), MSCI menurunkan penilaian terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan akses informasi pasar. Serta, mendeteksi adanya aktivitas transaksi yang tidak wajar di bursa domestik.

Kemunduran ini menempatkan Indonesia bersama Turki sebagai negara yang mengalami penurunan aksesibilitas pasar dalam siklus peninjauan global tahun ini.

Lembaga tersebut memaparkan persoalan struktural berupa minimnya kejelasan kepemilikan dan indikasi adanya praktik perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) telah merusak kualitas pembentukan harga saham yang objektif di Indonesia.

"Di Indonesia, kekhawatiran aksesibilitas muncul akibat berlanjutnya ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi sehingga mengganggu pembentukan harga yang wajar," tulis MSCI dalam laporan resminya.

Menurut analisis MSCI, persoalan transparansi ini memberikan dampak material yang membatasi ruang gerak para manajer investasi institusional global. 

Investor asing menjadi kesulitan dalam mengukur porsi saham publik yang benar-benar beredar di pasar (free float) secara akurat, sehingga memicu keraguan saat menggunakannya sebagai acuan penyusunan portofolio ataupun replikasi indeks universal.

Selain hambatan struktural tersebut, MSCI mengidentifikasi kendala bahasa sebagai hambatan kesetaraan informasi. Laporan rinci mengenai emiten dan pasar saham Indonesia dinilai belum sepenuhnya tersedia secara konsisten dalam bahasa Inggris.

MSCI turut memperbarui sejumlah catatan batasan operasional yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia. Pasar Valas Lepas Pantai (Offshore), Indonesia dinilai belum memiliki pasar valas offshore yang efisien.

Transaksi mata uang asing di pasar domestik masih wajib diikat pada transaksi efek. Investor asing dilarang memanfaatkan fasilitas overdraft saat proses kliring dan penyelesaian transaksi.

Pengalihan aset secara natura (in-kind transfer) hanya diizinkan dalam kondisi terbatas, aktivitas pinjam-meminjam saham (stock lending) dibatasi maksimal 90 hari pada saham tertentu, dan praktik jual kosong (short selling) masih dikepung berbagai restriksi.

Evaluasi tahunan ini dirancang MSCI untuk memantau sekaligus menyodorkan masukan kepada otoritas pasar modal di berbagai negara mengenai poin-poin yang belum memenuhi standar internasional dan mendesak untuk diperbaiki demi kenyamanan investor institusi global.

Secara berkala, riset aksesibilitas ini menguliti kondisi bursa berdasarkan lima kriteria fundamental, yaitu:
1. Keterbukaan terhadap kepemilikan asing (Openness to foreign ownership)
2. Kemudahan arus masuk dan keluar modal (Ease of capital inflows/outflows)
3. Efisiensi kerangka operasional (Efficiency of the operational framework)
4. Ketersediaan instrumen investasi (Availability of investment instruments)
5. Stabilitas kerangka kelembagaan (Stability of the institutional framework)

Tingkat aksesibilitas ini, berkolaborasi dengan kapasitas ekonomi serta likuiditas pasar, menjadi instrumen utama yang menentukan pengelompokan bursa ke dalam zona Developed Market, Emerging Market, Frontier Market, hingga Standalone Market. 

Hasil penentuan klasifikasi indeks final untuk pergerakan dana global ini dijadwalkan meluncur pada MSCI 2026 Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026 mendatang.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut