Nilai Bitcoin El Salvador Anjlok Lebih dari 50 Persen Imbas Aksi Jual
SAN SALVADOR, iNews.id - Kapitalisasi pasar bitcoin El Salvador anjlok hingga setengahnya atau lebih dari 100 juta dolar AS (setara Rp1,47 triliun) secara publik pada, Selasa (14/6/2022). Hal ini disebabkan nilai mata uang digital tersebut di El Salvador turun lebih dari 50 persen.
Mengutip Reuters, 10 pembelian yang diumumkan oleh Presiden El Salvador Nayib Bukele melalui Twitter memiliki nilai pasar lebih dari 51 juta dolar AS, dengan perdagangan tunggal terbesar 420 koin dengan harga lebih dari 59.000 dolar AS per koin, telah turun hampir 63 persen.
Bukele menyampaikan di Twitter bahwa El Salvador telah membeli "penurunan", sebuah istilah yang digunakan oleh para pedagang yang berarti mereka mengambil keuntungan dari dislokasi harga yang diatur ulang untuk keuntungan cepat.
Salah satu "penurunan" Bukele mengatakan, El Salvador dibeli adalah 420 koin seharga 59.000 dolar AS pada akhir Oktober, total hampir 25 juta dolar AS yang sekarang bernilai 9,5 juta dolar AS.
Kantongi Pendapatan Hingga Rp2 Miliar, Ini Deretan Gamers Terkaya di Indonesia
Menurut lembaga pemeringkat kredit DBRS Morningstar, baik investasi maupun kerugian tersebut hanya sebagian kecil dari 3,65 miliar dolar AS yang dimiliki negara Amerika Tengah tersebut dalam cadangan devisa pada bulan lalu.
Orang Amerika Kehilangan Kekayaan Rp7.310 Triliun di Kuartal I 2022
Menurut data Refinitiv, El Salvador memiliki 7,65 miliar dolar AS dalam utang yang dapat dipasarkan. Pembayaran 800 juta dolar AS akan jatuh tempo pada bulan Januari, dengan obligasi yang diperdagangkan pada 73,5 sen dolar dan menghasilkan 67,6 persen.
Kepala strategi pendapatan tetap Amerika Latin di Amherst Pierpont Securities, Siobhan Morden menuturkan, pemegang obligasi tidak bijaksana tentang bagaimana pembayaran obligasi akan dilakukan.
Korban Penipuan Kripto Kehilangan Lebih dari Rp12,4 Triliun Sejak 2021
"Data fiskal bulanan belum menunjukkan pergeseran tren yang jelas, dengan laju pengeluaran kurang dari pertumbuhan pendapatan, tetapi belum cukup untuk secara nyata mengurangi defisit fiskal struktural," ujar Morden dalam sebuah catatan.
Editor: Aditya Pratama