Nilai Tukar Rupiah Ditutup Tertekan di Rp13.750 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 18:25 WIB
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Tertekan di Rp13.750 per Dolar AS

Kurs rupiah melemah. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (20/2020) melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda masuk ke level psikologis Rp13.700 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terdepresiasi 55 poin atau 0,40 persen menjadi Rp13.750 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.695 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.698-13.775 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.698 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah melemah 20 poin atau 0,15 persen menjadi Rp13.708 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.688 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.688 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.688-13.778 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 18 poin menjadi Rp13.735 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.717 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah ditutup melemah meski Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya. Dia menyebut, China melaporkan adanya penurunan dalam kasus baru virus korona namun investor tampaknya masih skeptis terhadap laporan tersebut.

"Mereka tetap berhati-hati karena virus yang sebelumnya tidak diketahui itu telah mengakibatkan lebih dari 2.000 kematian di China dan menyebar ke 24 negara lainnya," ujar Ibrahim.

Sentimen eksternal lainnya, People's Bank of China memutuskan suku bunga pinjaman satu tahun (LPR) diturunkan 10 basis poin menjadi 4,05 persen dari 4,15 persen pada penetapan bulanan sebelumnya. LPR lima tahun diturunkan sebesar 5 basis poin menjadi 4,75 persen dari 4,8 persen.

Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk