Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.525 per Dolar AS

Senin, 08 Januari 2024 - 15:59:00 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.525 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali ditutup melemah ke level Rp15.525 pada perdagangan, Senin (8/1/2024). (Foto: Ilustrasi/Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (Dolar AS) kembali ditutup melemah pada perdagangan, Senin (8/1/2024). Rupiah turun 9 poin ke level Rp15.525 setelah sebelumnya berada di level Rp15.516.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, penguatan dolar AS karena para pelaku pasar tidak terlalu yakin bahwa Federal Reserve atau The Fed akan memangkas suku bunga secepatnya pada bulan Maret.

"Gagasan ini diperburuk oleh data nonfarm payrolls yang lebih kuat dari perkiraan pada hari Jumat yang menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja yang memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," ujar Ibrahim dalam risetnya, Senin (8/1/2024).

Inflasi AS menjadi fokus setelah data nonfarm payrolls mengejutkan dan kini pasar fokus pada data utama inflasi indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada hari Kamis mendatang. Angka tersebut, yang muncul setelah laporan gaji yang kuat, diperkirakan menunjukkan peningkatan inflasi dari bulan sebelumnya.

Tanda-tanda inflasi yang kaku merupakan pertanda buruk bagi spekulasi penurunan suku bunga lebih awal oleh The Fed, mengingat pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua hal utama yang menjadi pertimbangan bank sentral ketika menyesuaikan kebijakan moneter. 

The Fed juga telah memperingatkan bahwa tanda-tanda inflasi yang tinggi dan kekuatan pasar tenaga kerja kemungkinan besar akan menghambat penurunan suku bunga lebih awal.

Alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang menarik kembali ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga di bulan Maret. Para pedagang sekarang memperkirakan peluang sekitar 63 persen untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret, turun dari peluang lebih dari 73 persen yang diperkirakan pada minggu lalu.

Dari sentimen domestik, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia di tahun 2024 semakin meningkat di kalangan pengusaha dan masyarakat cerdik pandai, terlebih memasuki tahun politik.

Kemudian, Ada perilaku unik dari para pebisnis atau investor yang ada di Indonesia pada tahun ini. Para pebisnis tersebut diyakini akan menjalankan bisnis seperti biasa, dan tidak akan terganggu dengan berlangsungnya pemilu.

"Dan hal yang menarik dalam pemilu kali ini adalah bahwa dunia usaha baik asing maupun konglomerat besar Indonesia tidak menyesuaikan perilaku investasi atau komersialnya karena pemilu," ucap Ibrahim.

Mata uang rupiah pada perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan kemudian ditutup melanjutkan pelemahan di rentang Rp15.510-Rp15.550.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut