OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebih Baik dari Bank Konvensional

Rina Anggraeni ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 21:15 WIB
OJK: Pertumbuhan Perbankan Syariah Lebih Baik dari Bank Konvensional

OJK mengungkapkan pertumbuhan perbankan syariah melambat, namun lebih baik dibandingkan bank konvensional.

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pertumbuhan perbankan syariah melambat, namun lebih baik dibandingkan bank konvensional. Ini terkait dengan kepercayaan masyarakat walau posisinya melandai.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengatakan industri keuangan perbankan syariah pada Mei 2020 lebih tinggi dibandingkan konvensional.

Ini dibuktikan dengan pertumbuhan pinjaman yang diterima (PYD) di bank syariah per Mei 2020 sebesar 10,14 persen (year to date/ytd). Di sisi aset juga tumbuh 9,35 persen YTD, dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,24 persen YTD.

"Sementara di bank konvensional sampai Mei 2020, pertumbuhan kredit hanya 3,04 persen, dan DPK 8,87 persen," ujar Teguh dalam webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Kamis (23/7/2020)

Dia menuturkan ketahanan perbankan syariah masih memadai secara industri. Ini diitujukkan dari permodalan dan unit usaha syariah (UUS) yang memegang angka pertumbuhan tertinggi.

"Nah, ini artinya perbankan syariah, baik bank umum syariah (BUS), maupun bank pengkreditan rakyat syariah (BPRS) masih dipercaya masyarakat, walaupun posisinya melandai," katanya.

Dia menuturkan posisi share aset syariah di bank syariah per Mei 2020 mencapai 6,05 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika belum ada pandemi Covid-19.

"Ini sebenarnya perkembangan yang cukup menggembirakan. Kita sudah berhasil share aset syariah itu di atas 5 persen. Tadinya dari tahun ke tahun untuk mencapainya cukup sulit," ujar Teguh.

Editor : Dani Dahwilani