Pelaku Pasar Sambut Baik Rencana KB Bukopin Rights Issue Rp12 Triliun
JAKARTA, iNews.id - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan melakukan penambahan modal senilai Rp12 triliun melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksi korporasi ini mendapat sambutan positif dari pelaku pasar.
Menurut catatan tim riset MNC Sekuritas, aksi korporasi ini akan memperkuat struktur permodalan, sekaligus menempatkan BBKP bertengger di jajaran kelompok bank dengan modal inti (KBMI) III.
"Rights issue ini juga diharapkan menjadi bukti komitmen manajemen dalam membereskan masalah kredit macet yang melanda perseroan dalam beberapa tahun terakhir," tulisnya, Selasa (9/5/2023).
Adapun Kookmin Bank Co., Ltd (KB Kookmin), selaku pemegang saham mayoritas BBKP akan menjadi standby buyer atau pembeli siaga atas rights issue ini. KB Kookmin dinilai cukup rajin menyuntikkan dana melalui beberapa skema sejak masuk pada 2018.
Secara fundamental kinerja BBKP cukup memuaskan hingga kuartal I 2023. Pendapatan bunga tumbuh menjadi Rp1,1 triliun, diikuti jumlah kredit bermasalah bruto (non performing loan/NPL) Gross melandai 48,6 persen.
"Kami percaya manajemen mampu menekan NPL di level 5 persen, seperti yang ditargetkan manajemen hingga 2025," tulis riset tersebut.
Sementara itu, harga penawaran yang ditetapkan sebesar Rp100 per saham, dinilai cukup menarik bagi investor. Mengacu price to book value (PBV) di level 0,6x, saham BBKP juga dipandang cukup atraktif untuk ditransaksikan. Rencana rights issue ini sekaligus juga menjadi penanda komitmen pemulihan kinerja perseroan.
"Dengan dukungan dari Kookmin Bank sebagai pengendali diharapkan mampu memperkuat transformasi BBKP. Seperti yang kita tahu, Kookmin Bank merupakan salah satu perbankan terbesar di Korea dengan aset 517 miliar dolar AS pada September 2022," tulisnya.
Dikutip dari prospektus perseroan, penambahan modal dengan HMETD ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Terbatas (PUT VII). Perseroan akan menerbitkan saham baru seri B sebanyak 119.999.999.692 saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Bila seluruh HMETD dilaksanakan untuk membeli saham, perseroan akan memperoleh total dana mencapai Rp11,99 triliun.
Editor: Jujuk Ernawati