Penjualan Melesat 50 Persen, Laba Bersih Adaro Energy Kuartal I 2023 Naik Jadi Rp6,7 Triliun
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan ADRO tercatat 1,07 miliar dolar AS atau Rp15,80 triliun, naik dari sebelumnya sebesar 622,78 juta dolar AS. Ini terutama karena kenaikan pada beban royalti PT Adaro Indonesia (AI), volume, maupun harga jual rata-rata dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah penerapan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak yang baru sejak 1 Januari 2023, tarif royalti AI naik ke kisaran 14-28 persen, dari tarif sebelumnya 13,5 persen. Total biaya bahan bakar perseroan juga naik 46 persen, yang sejalan dengan kenaikan biaya bahan bakar per liter dan kenaikan konsumsi bahan bakar secara tahunan.
Adapun total nilai aset perseroan per Maret 2023 sebesar 9,82 miliar dolar AS atau Rp144,36 triliun, turun dibandingkan akhir Desember 2022 sebesar 10,78 miliar dolar AS. Sedangkan liabilitas perseroan senilai 2,77 miliar dolar AS dan ekuitas 7,05 miliar dolar AS.
Boy Thohir menuturkan, perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini mencatat sejumlah peristiwa penting terkait transformasi bisnis, termasuk peletakan batu pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 1.375 megawatt, yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Perseroan juga telah memulai aktivitas prakonstruksi untuk smelter aluminium.
“Kami menyambut peluang untuk menciptakan nilai dari partisipasi di berbagai proyek ekonomi hijau dengan penuh semangat, demi mencapai tujuan menjadi Adaro yang lebih besar dan lebih hijau,” tuturnya.
Editor: Jujuk Ernawati