JAKARTA, iNews.id - Memasuki Ramadan, harga cabai tembus Rp130 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional. Kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi saat memasuki hari kelima Ramadan dan dikeluhkan pedagang maupun pembeli.
Lonjakan harga terpantau di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, serta di sejumlah pasar di Medan, Sumatera Utara. Cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok karena menyentuh angka Rp130.000 per kilogram.
Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,7 Persen, PPN dan PPnBM Jadi Penopang Utama
Di Padalarang, Bandung Barat, harga ayam kini dijual Rp40.000 per ekor. Sementara itu, telur ayam tembus Rp31.000 per kilogram. Tidak hanya itu, harga cabai rawit yang sebelumnya berada di kisaran normal, kini melonjak drastis hingga Rp130.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi berbarengan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Seorang pedagang di Padalarang, Salim, menyebut lonjakan harga diduga akibat faktor cuaca dan gagal panen. Distribusi pasokan juga disebut-sebut turut memengaruhi kenaikan harga di tingkat pedagang.
"Penyebabnya katanya gagal panen, terus banyak hujan. Tapi enggak tahu setorannya telat atau gimana. Tapi saya tanya-tanya, katanya dari hujan dan gagal paanen," ujar Salim.
Kondisi ini membuat pedagang kesulitan menjaga stabilitas harga jual. Jika harga terlalu tinggi, pembeli berkurang, namun jika diturunkan, pedagang terancam merugi.
Di sisi lain, masyarakat mengaku terpaksa menyesuaikan pola belanja. Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat pengeluaran rumah tangga membengkak di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Lilis, seorang ibu rumah tangga di Bandung, mengaku tidak punya banyak pilihan selain mengurangi jumlah belanja. Menurut dia, kebutuhan dapur tetap harus terpenuhi meski harga terus merangkak naik. "Karena kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan, apa boleh buat dengan cara dikurangi jumlah belanjaannya," ujar Lilis.
Fenomena serupa juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. Harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Harga tomat yang sebelumnya Rp10.000 per kilogram kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram. Kenaikan dua kali lipat ini cukup mengejutkan pembeli.
Pedagang di Medan mengaku dampak dari lonjakan harga tersebut langsung terasa pada penurunan omzet. Mereka menyebut penjualan turun hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.
Kondisi ini menunjukkan pola yang kerap terjadi setiap memasuki Ramadan, ketika permintaan meningkat sementara pasokan belum sepenuhnya stabil. Faktor cuaca yang kurang bersahabat turut memperparah situasi di sejumlah daerah penghasil komoditas hortikultura.
Editor: Dani M Dahwilani