Sentimen eksternal masih didominasi oleh antisipasi terhadap investor data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Februari 2025 yang akan dirilis pada 12 Maret.
Berdasarkan proyeksi, tingkat inflasi AS diperkirakan turun ke 2,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari 3 persen pada Januari 2025.
Sayangnya, meski terjadi penurunan, angka ini masih jauh dari target inflasi The Fed yang berada di kisaran 2 persen. Survei CME FedWatch Tool menunjukkan The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya dalam pertemuan FOMC Maret 2025.
Dari kawasan Eropa, pasar turut mengantisipasi rilis data inflasi final Jerman untuk Februari 2025 yang dijadwalkan pada 14 Maret. Inflasi Jerman diperkirakan tetap stabil di 2,3 persen YoY.
Di kawasan Asia, perhatian pasar tertuju pada Jepang yang akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2024 pada 11 Maret. Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang diproyeksikan tumbuh 0,7 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,3 persen. pada kuartal sebelumnya.
Sejalan dengan proyeksi penguatan IHSG, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham unggulan untuk perdagangan Senin (10/3). Saham-saham yang masuk dalam top picks antara lain INCO, MYOR, ESSA, SMRA, SSIA, dan TINS.
Editor: Puti Aini Yasmin
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku