Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Purbaya soal Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS saat IHSG Terus Ngegas
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Anjlok, Tembus Rp16.000 per Dolar AS Hari Ini

Jumat, 12 April 2024 - 10:37:00 WIB
Rupiah Anjlok, Tembus Rp16.000 per Dolar AS Hari Ini
Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini tembus Rp16.000 terhadap dolar AS. Rupiah sempat menembus Rp16.027 per dolar AS sekitar pukul 02.00 UTC. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini tembus Rp16.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Prediksi ini tepat terjadi setelah lebaran seperti prediksi-prediksi sebelumnya.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 02.00 waktu universal terkoordinasi (UTC), Jumat (12/4/2024), rupiah sempat menembus level Rp16.027,05 per dolar AS.

Adapun selama sepekan, rupiah sudah melemah 0,88 persen dan selama sebulan hampir 3 persen. Pada 1 Januari 2024, rupiah masih berada di level Rp15.400, sehingga kenaikan sampai saat ini secara year to date (ytd) sebesar 4,14 persen.

Rupiah sempat menguat sebelum Hari raya. Menurut Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi penyebabnya adalah cadangan devisa yang turun dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sementara, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Selain itu, Ibrahim mengatakan bahwa kekhawatiran akan memburuknya konflik di Timur Tengah, ketika Iran mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Israel, membuat selera risiko sebagian besar tetap lemah. Volume perdagangan regional juga melemah karena libur pasar China.

"Komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve juga mendukung greenback, setelah Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa inflasi yang tinggi dapat menyebabkan bank sentral tidak memangkas suku bunga sama sekali pada tahun 2024," ucap Ibrahim beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Ibrahim menegaskan bahwa memanasnya tensi politik di Timur Tengah ini yang membuat rupiah juga ikut melemah.

"Karena dolar kembali mengalami penguatan yang cukup signifikan akibat data di Amerika juga cukup bagus, apalagi data inflasi yang terus mengalami kenaikan," katanya. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut