Rupiah Berpotensi Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS 

Rina Anggraeni · Selasa, 11 Mei 2021 - 09:25:00 WIB
Rupiah Berpotensi Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS 
Kurs rupiah berpotensi melemah pada perdagangan Selasa (11/5/2021) di tengah banyaknya sentimen negatif. (Foto: ilustrasi/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (11/5/2021). Investor tengah menanti data inflasi AS untuk memprediksi arah The Fed soal kebijakan moneter.

Pengamat Keuangan Aristin Tjendra mengatakan, indeks saham Nasdaq tadi malam turun cukup dalam. Hal ini berimbas negatif pada bursa saham Asia.

Pelaku pasar, kata dia, khawatir kenaikan kenaikan inflasi bisa mengubah pendirian The Fed untuk menghentikan kebijakan pelonggaran moneter. 

"Data inflasi AS akan dirilis Rabu Malam. Yield obligasi AS tenor 10 tahun juga sempat kembali naik ke atas 1,60 persen karena kekhawatiran inflasi tersebut," kata Ariston, Selasa.

Selain inflasi AS, kata dia, investor juga khawatir soal kondisi Covid-19 secara global. Beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura mulai memperketat pembatasan atau lockdown.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis data penjualan ritel Maret 2021. Jika di bawah ekspektasi, maka bukan tak mungkin semakin menambah tekanan pada mata uang Garuda.

"Potensi tekanan untuk rupiah ke kisaran Rp14.250, dengan potensi support di kisaran Rp14.180," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah