Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Purbaya soal Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS saat IHSG Terus Ngegas
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 40 Poin ke Rp15.945 per Dolar AS

Selasa, 03 Desember 2024 - 17:23:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 40 Poin ke Rp15.945 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 40 poin atau 0,25 persen ke level Rp15.945 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (3/12/2024). (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (3/12/2024). Rupiah terkoreksi 40 poin atau 0,25 persen ke level Rp15.945 per dolar AS dari sebelumnya sempat terdepresiasi ke Rp15.905 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu investor tetap bias terhadap greenback sebelum isyarat lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS minggu ini.

"Sejumlah pejabat The Fed akan berpidato dalam beberapa hari mendatang, terutama Ketua Jerome Powell pada hari Rabu. Pidatonya disampaikan hanya beberapa minggu sebelum pertemuan terakhir Fed untuk tahun ini, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin," kata Ibrahim dalam risetnya, Selasa (3/12/2024).

Namun, ketidakpastian tumbuh atas prospek jangka panjang untuk suku bunga, terutama mengingat tanda-tanda inflasi yang kuat dan ketahanan di pasar tenaga kerja. Data penggajian nonpertanian untuk November akan dirilis Jumat ini dan secara luas diharapkan menjadi faktor dalam prospek Fed terhadap suku bunga.

Investor bersiap untuk pembacaan yang berpotensi kuat, karena dampak gangguan terkait badai baru-baru ini mereda. Prospek jangka panjang untuk suku bunga juga dibayangi oleh ketidakpastian atas pemerintahan Trump. 

Adapun, Presiden terpilih AS Donald Trump secara luas diperkirakan akan memberlakukan kebijakan ekspansif dan proteksionis, yang dapat mendukung suku bunga dan inflasi.

Pembacaan aktivitas bisnis yang positif dari China, yang menunjukkan langkah-langkah stimulus terbaru dari Beijing membuahkan hasil. Namun, para pedagang menunggu lebih banyak isyarat tentang China dari dua pertemuan politik utama pada bulan Desember. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut