Sempat Tembus Rp13.990, BI Sebut Rupiah Terapresiasi 0,3 Persen Selama Sepekan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 08 November 2019 - 14:43 WIB
Sempat Tembus Rp13.990, BI Sebut Rupiah Terapresiasi 0,3 Persen Selama Sepekan

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terapresiasi 0,3 persen selama sepekan ini. Bahkan, sejak awal 2019 atau year to date rupiah terapresiasi 2,68 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, saat ini rupiah berada di posisi Rp14.019 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,15 persen dari posisi pembukaan perdagangan hari ini yang di level Rp14.009. 

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, pergerakan rupiah pada pekan ini relatif stabil. Bahkan, pada perdagangan kemarin rupiah sempat tembus ke angka Rp13.990 per dolar AS atau menguat 0,14 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.

"Kita lihat rupiah relatif stabil bahkan kemarin kita berada di Rp13.990 per dolar AS. Kinerja yang bagus dari rupiah," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Menurut dia, sentimen-sentimen positif dari global selama sepekan ini mendorong volatilitas di sektor keuangan global menurun. Hal ini memberikan dampak positif ke pasar keuangan negara berkembang seperti Indonesia.

"Di periode laporan seminggu terakhir banyak cerita baik, ini memang kondisinya on and off tapi selama seminggu terakhir ini ceritanya banyak yang baik," kata dia.

Dengan perkembangan selama sepekan ini, tingkat kepercayaan investor cukup tinggi sehingga aliran dana dari negara maju berbalik ke negara berkembang. Pasalnya, investor mencari return atau imbal hasil yang paling besar untuk penempatan investasinya seperti negara berkembang.

"Kalau kita lihat dari inflownya sendiri bahkan sampai dengan posisi ytd total inflow ekuivalen sekitar Rp226 triliun. Sebagian besar berasal dari inflow surat berharga negara (SBN). Di Minggu laporan sendiri bahkan inflow Rp8 triliun nett ekuivalen dalam rupiah yang sebagian besar masuk di SBN," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk