Tindakan Tangan Besi Vladimir Putin Jatuhkan Bursa Asia Pagi Ini

Dinar Fitra Maghiszha ยท Kamis, 24 Februari 2022 - 10:53:00 WIB
Tindakan Tangan Besi Vladimir Putin Jatuhkan Bursa Asia Pagi Ini
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Bursa Asia Pasifik sebagian besar bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Kamis (24/2/2022). Hal itu, dipicu respons negatif pelaku pasar atas tindakan tangan besi Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memerintahkan pasukan militer mendekati beberapa wilayah perbatasan Ukraina. 

Hingga pukul 09:53 WIB, aksi profit taking mewarnai indeks Asia seperti Nikkei 225 Jepang (N225) melemah -1,06 persen di 26.170, KOSPI Korea Selatan (KS11) terpuruk -1,76 persen di 2.671,60 dan Hang Seng Hong Kong (HSI) tertekan -1,89 persendi 23.213.

Shanghai Composite China (SSEC) turun -0,27 persen di 3.479,89, Taiwan Weighted (TWII) merosot -1,08 persen di 17.861,42. Adapun Straits Times Singapura anjlok -2,02 persen di 3.323,60, Australia ASX 200 (AXJO) longsor -2,65 persen di 7.014,60. Sementara Indonesia Composite Index / IHSG koreksi -0,03 persen di 6.918,23.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun -1 persen di awal perdagangan, merespons kembali ketegangan politik di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina.

Tekanan jual di pasar modal meningkat, yang dinilai terjadi karena investor tampak memilih untuk mengamankan aset berisikonya menuju safe haven, seperti dolar, emas, dan treasuri jangka panjang.

Ancaman perang di Ukraina semakin parah, saat Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tangan besinya memerintahkan pasukan merangsek ke beberapa wilayah di Ukraina. Tindakan ini memicu hadirnya sanksi dari negara-negara barat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meyakini Rusia akan menyerang Ukraina dalam beberapa jam setelah kelompok separatis yang pro-Rusia meminta bantuan Moskow untuk mengusir agresi dari pasukan Ukraina.

Situasi yang memanas juga memicu bursa Wall Street semalam. Dow Jones Industrial Average turun -1,38 persen, S&P 500 terpuruk -1,84 persen, dan Nasdaq 100 anjlok -2,60 persen.

Pada Senin (21/2/2022), Putin mengakui dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur sebagai wilayah merdeka dan memerintahkan tentara Rusia untuk melancarkan apa yang disebut Moskow sebagai operasi penjaga perdamaian ke wilayah itu. Hal tersebut meningkatkan risiko krisis yang memicu perang besar.

Sejak Selasa (22/2/2022) pagi waktu setempat, terlihat sejumlah kendaraan militer termasuk tank berada di pinggiran Donetsk, ibu kota salah satu dari dua wilayah yang memisahkan diri.

Dalam hal ini Putin menandatangani perjanjian dengan para pemimpin dari dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina tersebut, yang memberi Rusia hak untuk membangun pangkalan militer di sana, dilansir Reuters, Kamis (24/2/2022).

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat di Eropa mengutuk langkah itu, bersumpah akan memberikan sanksi baru bagi Rusia. Menteri luar negeri Ukraina mengatakan dia telah mendapat dukungan besar dari Uni Eropa.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda