Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kuartal I-2021, Utang Luar Negeri Turun 0,14 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Utang LN RI Dekati Rp6.000 Triliun, Pengamat: Sudah Masuk Lampu Merah!

Senin, 07 Juni 2021 - 16:02:00 WIB
 Utang LN RI Dekati Rp6.000 Triliun, Pengamat: Sudah Masuk Lampu Merah!
Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira.
Advertisement . Scroll to see content

Kedua, kemampuan bayar utang luar negeri bisa dilihat dari indikator Debt Service Ratio atau DSR. Rasio ini untuk mengukur porsi utang luar negeri terhadap sumber-sumber penerimaan valas. 

"Tercatat dari data Bank Indonesia, DSR per data Mei 2021 meningkat menjadi 23,5 persen lebih tinggi dibandingkan posisi 2014 yakni 18,3 persen," ujar Bhima Yudhistira.

Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, lanjutnya, terjadi ketidaseimbangan antara kemampuan penerbitan utang luar negeri baru dengan penerimaan dari sisi ekspor, dan devisa lainnya.

Ketiga, kekhawatiran risiko penerbitan utang sejalan dengan adanya taper tantrum dalam waktu dekat. Taper tantrum membuat investor melepaskan kepemilikan surat utang negara berkembang dan memilih aset yang aman.

"Kondisi 2013 bisa terjadi dan membuat pemerintah semakin sulit menerbitkan surat utang ke pasar," ungkap Bhima Yudhistira.

Keempat, ekses penerbitan surat utang dapat menyebabkan crowding out effect. Investasi swasta ke sektor riil dapat terganggu karena imbal hasil yang ditawarkan surat utang pemerintah lebih menarik dibandingkan berinvestasi secara riil.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut