Vladimir Putin Sebut Investasi Kripto Berisiko Tinggi, tapi...

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 03 Desember 2021 - 07:24:00 WIB
Vladimir Putin Sebut Investasi Kripto Berisiko Tinggi, tapi...
Presiden Rusia Vladimir Putin sebut investasi kripto berisiko tinggi. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, mata uang kripto atau cryptocurrency memiliki risiko tinggi bagi investornya. Namun dia mengakui, kripto bisa memainkan peran utama dalam jaringan keuangan di masa depan. 

Menurutnya, mata uang kripto sangat flktuatif. Karena itu, instrumen investasi tersebut berisiko. 

"Volatilitasnya sangat besar, sehingga risikonya sangat tinggi," kata dia dalam forum investasi Russian Calling, dikutip dari FX Empire, Jumat (3/12/2021). 

Terlepas dari kekhawatirannya tentang risiko yang menyertai uang kripto, Putin mengakui kemungkinan aset digital menjadi bagian integral dari sistem keuangan masa depan. Untuk alasan tersebut, dia menyatakan, Rusia tidak akan melarang aktivitas kripto, sebaliknya mereka akan mengamati perkembangan dan mengatur industri kripto jika diperlukan.

Ini bukan pertama kalinya Putin berbicara tentang industri kripto. Pada Oktober lalu, dia berpendapat Bitcoin dan aset kripto lainnya suatu hari nanti bisa menjadi alat pembayaran dan unit akun.

Namun saat ditanya apakah kripto dapat menggantikan dolar AS untuk transaksi perdagangan minyak, dia menjelaskan, pembicaraan tersebut masih terlalu dini. 

Sementara itu, Rusia juga sedang mengerjakan versi digital dari mata uang fiatnya, yakni rubel digital. Mata uang digital resmi Rusian itu ditargetkan akan diluncurkan pada tahun depan. Uji coba pertama untuk proyek tersebut dilakukan pada Juni 2021 dan mencakup 12 bank. Kemungkinan akan ada uji coba tambahan sebelum peluncuran rubel digital secara nasional.

Transaksi uang kripto di Rusia tetap sangat tinggi meskipun ada kekhawatiran dari Putin. Sebuah laporan baru-baru ini yang diterbitkan oleh bank sentral Rusia mencatat, perdagangan kripto senilai 5 miliar dolar AS terjadi setiap tahun di negara tersebut.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda