Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Hari Ini Diprediksi Kembali Terkoreksi, Ini Sentimen Pendorongnya
Advertisement . Scroll to see content

Wall Street Berakhir Variatif, Indeks Dow Tergelincir ke Zona Merah

Jumat, 23 November 2018 - 07:48:00 WIB
Wall Street Berakhir Variatif, Indeks Dow Tergelincir ke Zona Merah
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street berakhir variatif dengan indeks Dow Jones Industrial Average menutup sesi tergelincir ke zona merah.

Mengutip CNBC, Jumat (23/11/2018), indeks Dow menghapus kenaikan 200 poin, karena saham Apple gagal mempertahankan penguatannya. Indeks tersebut mengakhiri hari turun 0,95 poin ke 24.464,69 setelah sempat menapaki level puncaknya dengan naik 204,15 poin. Apple juga gagal mempertahanakan kenaikan 2,1 persen sehingga ditutup anjlok 0,1 persen.

Volume perdagangan Rabu cukup rendah karena pelaku pasar mempersiapkan hari libur Thanksgiving. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite, masing-masing naik 0,3 persen dan 0,9 persen karena saham teknologi lainnya seperti Facebook, Amazon dan Alphabet semuanya melonjak lebih dari 1 persen. Indeks S&P 500 mengakhiri hari di 2.649,93 dan Nasdaq ditutup ke 6.972,25.

Saham teknologi dalam pekan ini mendapat tekanan. Pasalnya, pada perdagangan Selasa, saham teknologi seluruhnya memerah. Penurunan tajam saham teknologi membawa indeks Dow, S&P 500 dan Nasdaq turun setidaknya 3 persen untuk pekan ini.

"Saham teknologi telah menonjol dalam kelemahan ekuitas baru-baru ini," Mark Haefele, ahli strategi di Kantor Investasi Kepala Manajemen Kekayaan Global UBS, mengatakan dalam sebuah catatan.

"Tapi kami pikir penting untuk melihat sisi lain dalam teknologi. Kelemahannya adalah didorong oleh pertumbuhan yang lebih lambat di sektor TI konsumen, tetapi prospek untuk sektor TI perusahaan, yang membentuk mayoritas teknologi global, lebih kuat."

Saham Foot Locker naik 14,9 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa. Pertumbuhan penjualan sektor ritel sejauh ini melampaui ekspektasi analis. Perusahaan ritel lain seperti L Brands dan Office Depot penjualannya meningkat menjelang Black Friday, salah satu hari belanja tersibuk tahun ini di AS.

Dalam data ekonomi, pesanan barang tahan lama turun 4,4 persen pada Oktober, lebih dari yang diperkirakan. Ini juga menandai penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan naik ke lebih dari empat bulan minggu lalu.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut