Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Rontok

Anggie Ariesta ยท Rabu, 30 November 2022 - 07:32:00 WIB
Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Rontok
Bursa Wall Street pada perdagangan Selasa (29/11/2022) ditutup melemah akibat rontoknya saham-saham teknologi. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/11/2022) waktu setempat, atau Rabu (30/11/2022) WIB. Pelemahan Wall Street dipicu saham-saham teknologi yang rontok, seiring kerugian yang dialami Apple dan Amazon.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 0,16 persen untuk mengakhiri sesi di 3.957. Sedangkan Nasdaq turun 0,59 persen menjadi 10.983. Sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,01 persen menjadi 33.852.

Wall Street diwarnai tekanan jual karena investor khawatir dengan protes terhadap pembatasan Covid-19 di China, yang memengaruhi produksi termasuk di pabrik iPhone terbesar di dunia. 

Gelombang pembangkangan sipil di China daratan baru-baru ini terjadi ketika jumlah kasus COVID mencapai rekor tertinggi harian dan sebagian besar kota menghadapi penguncian baru, yang semakin mengancam ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Adapun Saham Apple (AAPL.O) turun 2,1 persen, melemah untuk sesi keempat berturut-turut. Sedangkan saham Amazon (AMZN.O), Nvidia (NVDA.O) dan Tesla (TSLA.O) masing-masing kehilangan lebih dari 1 persen.

Sebaliknya, saham perusahaan China yang terdaftar di Wall Street seperti Alibaba Group Holding Ltd, Pinduoduo Inc (PDD.O) dan JD.com Inc melonjak lebih dari 5 persen setelah China memperluas saluran pembiayaan ekuitas untuk pengembang properti. Saham perusahaan internet China Bilibili Inc melonjak 22 persen setelah membukukan hasil kuartalan yang optimis.

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 9,6 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,2 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Selain kekhawatiran pada pembatasan Covid-19 di China, investor juga berspekulasi terhadap pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang akan menjadi pembicara pada acara Brookings Institution, Rabu (30/11/2022). 

Jerome Powell akan berbicara tentang prospek ekonomi AS dan pasar tenaga kerja. Investor akan mencari petunjuk tentang kapan Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga yang agresif.

"Tidak ada yang mau membeli sebelum besok dengan Powell berbicara. Semua orang gugup dengan apa yang akan dia katakan," kata Ron Saba, manajer portofolio senior di Horizon Investments di Charlotte.

The Fed telah memberikan empat kenaikan suku bunga 75 basis poin berturut-turut, dan diperkirakan akan menurunkan kecepatan ke langkah 50-bps pada bulan Desember.

Sebuah survei pada hari Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen AS semakin menurun pada bulan November di tengah kekhawatiran yang terus-menerus tentang meningkatnya biaya hidup.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda