2017, Menteri Susi Tenggelamkan 127 Kapal Ilegal

Ade Miranti Karunia Sari ยท Kamis, 11 Januari 2018 - 14:20 WIB
2017, Menteri Susi Tenggelamkan 127 Kapal Ilegal

Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan Polri telah menenggelamkan sebanyak 127 kapal yang melakukan illegal fishing sepanjang tahun lalu. Dengan demikian, selama 3 tahun terakhir Menteri KKP Susi Pudjiastuti telah menenggelamkan 363 kapal. 

Sebagai negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang nomor 2 di dunia dengan panjang 99.093 kilometer, pemerintah mengawasi lalu lintas perairan tersebut. Tidak hanya kapal asing saja yang ditenggelamkan karena memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin, kapal Indonesia yang melanggar juga dilakukan hal serupa. 

"Dengan rincian, 90 kapal Vietnam, 19 kapal Filipina, 13 kapal Malaysia, 1 kapal Thailand, dan 4 kapal Indonesia," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP Nilanto Perbowo dalam jumpa pers di Gedung Bahari Mina IV KKP Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Selama 2017, Ditjen PSDKP melalui 34 armada kapal pengawas perikanan telah melakukan pemeriksaan terhadap 3.727 kapal perikanan di laut. Dari jumlah tersebut, 132 kapal ditangkap karena terbukti melakukan illegal fishing, yang di antaranya 85 kapal perikanan asing dan 47 kapal perikanan Indonesia. 

Sejumlah kapal asing yang ditangkap didominasi oleh kapal berbendera Vietnam sebanyak 68 kapal, Filipina 5 kapal, Malaysia 11 kapal, dan Timor Leste sebanyak 1 kapal. 

Pada 2018, Ditjen PSDKP telah menyusun program pengawasan selama 100 hari operasi kapal pengawas, 50 hari operasi speedboat pengawasan, serta pengawasan melalui udara selama 100 hari. Dalam hal infrastruktur pengawasan, Ditjen PSDKP akan menambah beberapa unit angkutan pengawasan.

"Satu unit kapal ini pengawas tipe C berukuran 30 sampai 40 meter dan dua unit speedboat dan searider pengawasan," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk